nasional

Penanganan Banjir dan Longsor Sumatera Utara, Pratikno Sebut Tim Gabungan Berbagai Kementerian Sudah Bergerak

Minggu, 30 November 2025 | 19:45 WIB
Menko PMK, Pratikno menyebut Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah mulai diterbangkan untuk mengalihkan potensi hujan deras di sejumlah kawasan di Sumatera (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

“Kami juga sudah mengirim logistik kesehatan, obat, dan bahan medis habis pakai. Kami juga mengirim penganti makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil,” lanjutnya.

Kerahkan Tenaga Medis ke Lokasi Bencana

Tenaga medis cadangan juga dikerahkan oleh Kemenkes untuk sampai ke lokasi bencana.

“Tenaga medis khususnya dokter, perawat, ahli kesehatan lingkungan dan epidemiologi untuk membantu penanganan kesehatan di sana,” sambungnya.

Kemenkes pusat juga melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memaksimalkan layanan kesehatan di kawasan bencana.

Baca Juga: Lemahnya Verifikasi Bank Jateng, Nasabah Bikin Rekening Bodong pun Lolos

Bantuan Dikirim Lewat Udara

Pratikno juga menyebutkan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) sudah aktif mengirim bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan pengungsi.

Pengiriman bantuan ke lokasi terdampak, mengingat banyak akses terputus, Pratikno membeberkan bahwa ada opsi untuk menggunakan jalur udara.

“Ini tadi kita bicarakan dengan BMKG kalau situasinya, cuacanya semakin membaik, kita akan banyak memanfaatkan bantuan melalui udara,” ungkap Pratikno.

“Karena kita kan tidak bisa menunggu pemberian bantuan sampai infrastruktur perhubungan darat ini selesai, jadi kita akan mengirimnya juga lewat udara,” tambahnya.

Baca Juga: Tak Lagi Ikuti Sidang dari Nusakambangan, Hakim Minta Ammar Zoni Dihadirkan di Persidangan Minggu Depan

Namun sekali lagi, pengiriman bantuan melalui udara, kata Pratikno bergantung pada kondisi cuaca di lokasi.

Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera Utara

Hasil laporan sementara yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Rabu (26/11), pukul 07.00 WIB, dari Kabupaten Sibolga, cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan deras dalam durasi lebih dari dua hari telah memicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

Halaman:

Tags

Terkini