“Kami juga sudah mengirim logistik kesehatan, obat, dan bahan medis habis pakai. Kami juga mengirim penganti makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil,” lanjutnya.
Kerahkan Tenaga Medis ke Lokasi Bencana
Tenaga medis cadangan juga dikerahkan oleh Kemenkes untuk sampai ke lokasi bencana.
“Tenaga medis khususnya dokter, perawat, ahli kesehatan lingkungan dan epidemiologi untuk membantu penanganan kesehatan di sana,” sambungnya.
Kemenkes pusat juga melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memaksimalkan layanan kesehatan di kawasan bencana.
Baca Juga: Lemahnya Verifikasi Bank Jateng, Nasabah Bikin Rekening Bodong pun Lolos
Bantuan Dikirim Lewat Udara
Pratikno juga menyebutkan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) sudah aktif mengirim bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan pengungsi.
Pengiriman bantuan ke lokasi terdampak, mengingat banyak akses terputus, Pratikno membeberkan bahwa ada opsi untuk menggunakan jalur udara.
“Ini tadi kita bicarakan dengan BMKG kalau situasinya, cuacanya semakin membaik, kita akan banyak memanfaatkan bantuan melalui udara,” ungkap Pratikno.
“Karena kita kan tidak bisa menunggu pemberian bantuan sampai infrastruktur perhubungan darat ini selesai, jadi kita akan mengirimnya juga lewat udara,” tambahnya.
Namun sekali lagi, pengiriman bantuan melalui udara, kata Pratikno bergantung pada kondisi cuaca di lokasi.
Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera Utara
Hasil laporan sementara yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Rabu (26/11), pukul 07.00 WIB, dari Kabupaten Sibolga, cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan deras dalam durasi lebih dari dua hari telah memicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.
Artikel Terkait
Pemkot Salurkan Beras Bantuan Cadangan Pangan
Kolaborasi Pemkot dan DPRD Serahkan Bantuan 50 Kursi Roda Untuk Warga
Sekda Jabar Pastikan Bantuan Logistik dan Santunan untuk Korban Longsor Gunung Kuda