nasional

Akses Darat Sulit Ditembus, Kepala BNPB Ungkap 50 Tentara Jalan Kaki ke Daerah Terisolir di Tapanuli Utara-Sibolga untuk Distribusi Logistik

Minggu, 30 November 2025 | 22:53 WIB
Kepala BNPB Suharyanto memimpin konferensi pers penanganan bencana yang melanca tiga provinsi Pulau Sumatera, Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Jumat (28/11). (Foto: Facebook)

“Jadi, logistik-logistik itu dilempar ke bawah. Harapannya meskipun mereka menunggu sampai tembusnya jalan yang sedang dikerjakan oleh alat berat, mereka bisa terlayani kebutuhannya,” imbuhnya.

Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri yang sempat dikabarkan hilang ketika banjir dan longsor terjadi, menurut Suharyanto berada di titik yang terputus akses tersebut.

“Dia pulang ke Sibolga jalan satu hari di medan terjal begitu, kami perkirakan masih 20 km yang harus ditembus menuju Sibolga dan menuju Tapanuli Tengah,” lanjutnya.

Kiriman Bantuan Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah

Kota Sibolga, menurut laporan yang diterima Suharyanto masih terisolir dan tidak bisa ke Tapanuli Tengah.

“Sibolga harus lewat laut dan lewat udara. Tetapi, Tapanuli Tengah ini bisa diakses lewat darat asal bantuannya lewat Pinangsori,” jelasnya.

Baca Juga: BNPB Beberkan Update Terkait Bencana si Sumatera

Ia juga menjanjikan bahwa operasi udara akan terus dilakukan sampai kondisi di lokasi bencana membaik.

“Tidak ada batasan, tanggap darurat ini juga akan diperpanjang ya tergantung nanti situasi di lapangan. Sekarang belum, masih jauh tapi semakin bertambahnya waktu harus lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu, per Sabtu sore, 29 November 2025, jumlah pengungsi di Tapanuli Utara berjumlah 600 kepala keluarga di satu titik lokasi pengungsian.

Sedangkan Tapanuli Tengah sebagai daerah paling parah yang terdampak bencana dilaporkan ada 1.100 kepala keluarga yang mengungsi di satu titik kumpul.

Adapun Kota Sibolga masih sulit untuk ditembus kecuali untuk pengiriman logistik lewat jalur udara.
***

Halaman:

Tags

Terkini