nasional

Dua Bulan Pascabanjir Bandang dan Longsor, Sejumlah Wilayah di Bener Meriah Masih Kesulitan Air Bersih

Jumat, 30 Januari 2026 | 08:55 WIB
Warga Samar Kilang, Syiah Utama di Bener Meriah yang masih kesulitan air bersih. (Instagram/keber_samar__kilang)

“Ini kondisi masyarakat Samar Kilang untuk mengambil air bersih untuk minum, mandi, dan memasak. Luar biasa ya,” ucapnya.

“Kalau kemarin mencari minyak ke Kem, sekarang kami harus mencari air ke Keken. Aduh, beda tipis sih Kem dan Keken,” lanjutnya sambil bergurau.

Tak hanya warga, relawan tenaga kesehatan (Nakes) juga turut mengaku sulit untuk mendapatkan air bersih.

“Air adalah sumber kehidupan, bayangkan ada pasien rawat gimana? Dokter relawan dan nakes berjuang mengambil air di tengah hutan,” dikutip dari keterangan dari unggahan akun yang sama.

“Kalau dulu ngambil minyak ke Kem, sekarang masyarakat Samar Kilang harus mengambil air ke daerah Keken. Ada ini setengah jam untuk mengambil air minum, mandi. Luar biasa,” tukasnya.

Terlihat dari video, para nakes membawa beberapa dirigen dan bak menggunakan mobil Ambulans.

Penanganan Banjir di Bener Meriah

Dua bulan pascabanjir, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bener Meriah mencatat sebanyak 2.116 masyarakat masih mengungsi akibat banjir bandang dan tanah longsor.

Baca Juga: Dusun Gunung Malang Purbalingga Terisolir, Jembatan Putus saat Banjir dan Longsor Terjang Permukiman

Para pengungsi tersebar di lima kecamatan dari sepuluh kecamatan yang ada, yakni di Kecamatan Pintu Rime Gayo sebanyak 431 pengungsi, Timang Gajah 1.166 pengungsi, Gajah Putih 84 pengungsi, Wih Pesam 319 dan Mesidah 116 pengungsi.

Pembangunan hunian sementara (huntara) pun terus dilakukan dengan target bisa segera ditempati sebelum Ramadan.

Lebih lanjut, ada sebanyak 914 huntara yang sedang dibangun di 35 titik di 10 kecamatan, yaitu yaitu Bandar, Bener Kelipah, Bukit, Gajah Putih, Mesidah, Permata, Pintu Rime Gayo, Syah Utam, Timang Gajah, dan Wih Pesam.(*)

Halaman:

Tags

Terkini