Namun, kini ia lebih banyak jalan kaki karena akses jalan yang masih terbatas.
“Sekarang kalau mau pulang, jalan kaki sampai mau nyeberang pakai boat. Biasanya bawa motor, tapi ini kan jalannya baru kebuka dua hari, jadi belum bawa motor lagi,” ucap guru tersebut.
Menuai Kekaguman Warganet
Meski masih menghadapi keterbatasan, potret semangat siswa dan guru di Aceh Tamiang tersebut mendapat apresiasi dan kekaguman dari warganet.
Beberapa komentar dari warganet seperti, “Pemandangan yang bikin nyesek, tapi salut banget sama kemauan belajarnya. Semoga lelahmu jadi lillah, ya,” tulis akun @terk*****i
“Doa terbaik untuk adek ini dan semua siswa di Aceh Tamiang, semoga musibah cepat berlalu dan sekolah normal lagi,” tulis akun @iip*****2
“Semoga fasilitas sekolah di sana bisa segera diperbaiki biar nggak susah lagi belajarnya,” tulis akun @yud****e
Akses Jalan Desa Sekumur Mulai Terbuka
Sebelumnya, jembatan yang biasa menjadi penghubung akses ke Sekumur hanyut saat banjir dan membuat aksesnya pun terputus total.
Baca Juga: Wakil Ketua ICCN Raffi Ahmad Kunjungi Subang dan Akan Bawa Harapan Baru bagi Ekraf Lokal
Warga yang ingin mencapai Desa Sekumur harus menyeberangi sungai dengan perahu milik nelayan.
Adapun lama perjalanan yang harus ditempuh, dari kota Tamiang menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke Sekumur.
Sementara kerusakan yang ditimbulkan, sekitar 1.232 jiwa dari 276 KK di Desa Sekumur harus kehilangan tempat tinggalnya.(*)