Atap Alduro memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan atap jenis lainnya, seperti seng atau asbes.
Ketebalan atap Alduro mencapai 5 mm, membuat suhu ruangan tetap sejuk meski cuaca terik.
“Ruang menjadi lebih sejuk dan adem setelah pergantian atap ini,”ungkap Christiana, yang atap rumahnya diganti dari seng ke Alduro.
Baca Juga: Menkop Tegaskan Koperasi Untuk Ekspansi ke Sektor Strategis
Atap Alduro juga diketahui lebih kuat dan berdaya tahan tinggi.
Dengan material upcycle membuat atap Alduro tetap tahan terhadap cuaca ekstrem, tidak berkarat, dan tidak mudah retak atau pecah.
Keunggulan lain dari atap Alduro adalah jauh lebih sehat dibandingkan dengan asbes yang berisiko bagi pernapasan.
Alduro juga sudah tersertifikasi bebas logam berbahaya.
Selain itu, lebih hemat, karena harga atap Alduro diketahui lebih terjangkau oleh masyarakat luas, serta proses pemasangannya yang mudah dan cepat, sehingga menghemat biaya tukang.
Baca Juga: Kemenkop Tegaskan Pembangunan Fisik Kopdes Merah Putih Harus di Atas Tanah “Clean and Clear”
“Kalau soal harga saya kurang tahu, tapi sepertinya lebih bersaing dan murah,” ungkap salah satu tukang pergantian atap Alduro.
Direktur Utama PT Sirkular Karya Indonesia, Sugiarto Romeli sebelumnya mengungkapkan sifat dari atap Alduro ini mengurangi suara berisik dibandingkan dengan seng.
"Jadi kalau suhu panas, atap Alduro bisa mengurangi kira-kira 10 persen. Kalau misalnya suhu di luar rumah itu 35 derajat celsius, maka di dalam rumah sekitar 31-32 derajat celsius," kata Sugiarto saat hadir dalam forum Jaringan Pemred Promedia (JPP), pada Rabu, 18 Februari 2026 lalu.
Terkait hal itu, Sugiarto lantas membandingkan dengan atap yang berbahan seng yang justru dinilai membuat suasana rumah menjadi terasa panas.
"Seng justru akan menambah panas, suhu di luar 35 derajat celsius, di dalam rumah bisa 45 derajat celsius," terangnya.