Hadiri Forum JPP Promedia, Sekjen Kemensos Jelaskan Sekolah Rakyat Membentuk Karakter Siswa sebagai Agen Perubahan

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Rabu, 28 Januari 2026 | 08:48 WIB
Sekjen Kemensos Robben Rico ungkap fakta soal masalah kesehatan anak-anak saat proses awal Sekolah Rakyat.  (Dok. Promedia)
Sekjen Kemensos Robben Rico ungkap fakta soal masalah kesehatan anak-anak saat proses awal Sekolah Rakyat. (Dok. Promedia)

JURNALMETROPOLITAN.com - Jaringan Pemred Promedia (JPP) menggelar forum bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial (Kemensos), Robben Rico untuk berdiskusi seputar sekolah rakyat sebagai salah satu program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto.

Acara ini digelar secara daring pada Selasa, 20 Januari 2026 malam, dan diikuti oleh pemimpin redaksi (pemred) dan perwakilan dari mitra Promedia di seluruh Indonesia.

Pada forum bertajuk 'Mengenal Sekolah Rakyat Lebih Dekat' ini, Rico menuturkan pandangannya bahwa pendidikan dapat memotong mata rantai kemiskinan di Tanah Air.

"Sekolah rakyat ini salah satu program besar Presiden Prabowo yang menjadi sebuah miniatur pengentasan kemiskinan," kata Rico.

Baca Juga: Sempat 2 Kali Diperiksa KPK, Bupati Sudewo Merasa Tak Bersalah usai Kini Jadi Tersangka Kasus Suap hingga Jual-Beli Jabatan

Berdasarkan tujuan itu, Rico menuturkan perencanaan yang dijalankan Kemensos dalam program prioritas Presiden Prabowo tersebut.

"Sekolah rakyat ini harapannya menjadi 'penyapu ranjau' untuk anak-anak Indonesia agar mereka bisa setara dengan saudara-saudaranya yang lain, atau dari keluarga yang mampu," terangnya.

Rico kemudian menjelaskan, Kemensos telah membuat perencanaan secara utuh agar program sekolah rakyat bisa berdampak secara nyata bagi masyarakat Indonesia.

"Kami telah membuat perencanaan terkait target yang ingin dicapai, terkhusus terkait gagasan Presiden dalam rangka memuliakan keluarga dhuafa dan warga miskin," jelasnya.

Dalam forum bersama JPP ini, Rico juga menuturkan salah satu konsep yang dijalankan dalam program sekolah rakyat yakni berupa memberikan fasilitas asrama bagi para siswa.

Baca Juga: Arah Penyelesaian Belum Terang, Guru Honorer Asal Muaro Jambi Mengadu ke DPR usai Dirinya Jadi Tersangka Gegara Razia Rambut Siswa

"Bentuknya asrama, artinya anak-anak akan masuk di sini 24 jam berada di sekolah rakyat," tuturnya.

Dalam hal ini, Rico mengungkapkan para siswa tidak hanya mendapatkan pendampingan melalui kegiatan belajar di sekolah, melainkan juga untuk membentuk karakter yang baik bagi mereka.

"8 jam mereka mendapatkan pendidikan formal seperti sekolah reguler, kemudian sisanya sekolah akan membentuk karakter anak-anak," ungkap Sekjen Kemensos itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X