Penerima Manfaat ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’ Ceritakan Penggantian Atapnya yang Semula Seng Berkarat Menjadi Alduro

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Senin, 30 Maret 2026 | 11:40 WIB
Penggantian atap dalam pelaksanaan program ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’ di salah satu rumah wartawan anggota Promedia Group di Citayam, Bogor. (Ist)
Penggantian atap dalam pelaksanaan program ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’ di salah satu rumah wartawan anggota Promedia Group di Citayam, Bogor. (Ist)

Baca Juga: Momen Pria Tunanetra Bingung Menuju Halte Bus, Warganet Soroti Guiding Block yang Berkelok di Cikini: Itu Dipasang Lurus juga Bisa

Dari sisi kekuatan, Sugiarto menyebutkan atap Alduro lebih kuat dibandingkan seng yang dinilai lebih tipis dan mudah rapuh.

"Dan atap ini sudah lolos tes pengujian dari Sukofindo," imbuhnya.

Selain seng, Sugiarto menilai asbes memiliki dampak yang berbahaya bagi kesehatan penghuni rumah, karena debu yang berasal dari serat asbes dapat berpotensi menyebabkan kanker.

"Pada saat patah ataupun terkena gesekan, debu dari asbes kalau kita hirup itu mengandung serat yang berbahaya dan bisa menyebabkan kanker," terang Sugiarto.

"Kalau Alduro tidak, karena dari hasil tes uv untuk 10 tahun pemakaian tidak ada masalah," tandasnya.

Atasi Sampah Plastik

Alasan lain dari sosialisasi melalui program penggantian atap rumah wartawan ini menurut Sugiarto Romeli yaitu sebagai upaya untuk mengatasi masalah sampah plastik di Tanah Air, menjadi lebih masif.

Baca Juga: Viral Petugasnya Diduga Main Game saat Jam Kerja, Jubir PN Jakpus Ungkap Tengah Telusuri Kebenaran

"Pada masa pandemi Covid-19, kami melihat beberapa masalah yang timbul, yaitu terutama masalah sampah plastik yang bahkan sampai sekarang belum ada jalan keluarnya," tuturnya.

"Kami lihat, plastik tertentu seperti botol Pet sudah ada recycle-nya walaupun hanya dicacah cuci akhirnya barang itu dijual ke Eropa," tambah Sugiarto.

Berkaca dari hal itu, Sugiarto menilai belum ada perusahaan yang benar-benar fokus pada masalah sampah di Indonesia.

"Berawal dari sana, kami dengan pengalaman Parent Company yang bergerak di bidang plastik, kita terjemahkan dalam menyelesaikan masalah sampah ini," terangnya.

"Dari situ, timbul ide-ide yang dari awal misi kami adalah melepaskan ketergantungan kita terhadap sumber daya alam dengan melakukan ekonomi sirkular," jelas Sugiarto.

Apresiasi Profesi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X