nasional

Viral Warga Sintang Kalbar Gotong Royong Tarik Mobil yang Terjebak Lumpur di Jalan Rusak: Sudah Berpuluh-puluh Tahun Nggak Diperbaiki

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:53 WIB
Jalan rusak di Bedayan, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. (Instagram/elisabetmurniw)

Sementara bagi warga yang berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan roda dua, bisa melintasi papan kayu yang dibentangkan di pinggir jalan berlumpur itu.

Baca Juga: Gasak Celengan Sedekah Subuh hingga Modal Jualan saat Rumah Ditinggal Mudik, Maling di Medan Tinggalkan Surat untuk Korban: Semoga Banyak Rezeki

Menilik dari video lain, pengunggah mengungkapkan bahwa ia akan terus memviralkan kondisi jalan sampai ada perbaikan nyata.

“Viral terus sampai bagus. Pokoknya akan terus ku viralkan jalan di SP3 Bedayan, Kabupaten Sintang itu sampai diperbaiki karena ada 100 meter yang sangat jelek di tengah-tengah desa,” tegasnya.

Jalan Sudah Rusak Sejak Lama

Lebih lanjut, pengunggah video mengeluhkan bahwa jalan rusak tanpa perubahan itu sudah lebih dari 30 tahun.

“Seingat aku, Kalimantan Barat dari aku lahir di SP3 sampai usiaku udah 32 tahun, nggak ada namanya jalan itu beraspal,” ungkapnya.

“Masih sama aja, tidak ada perubahannya jalan kami. Bukannya makin bagus, makin parah aja ini,” tuturnya.

Pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Barat soal Pembangunan Infrastruktur

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menanggapi konten kreator yang meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk membantu perbaikan jalan di Kabupaten Sintang.

Krisantus membeberkan bahwa Provinsi Kalimantan Barat memiliki luas 147.018 km2 dengan anggaran yang didapatkan adalah Rp11,1 triliun.

Baca Juga: Pesta Rakyat Perdana di Monas: Produk Ekraf Banten Tembus 14.000 Paket

Ia kemudian membandingkan dengan luas Jawa Barat, yakni 147.018 km2 dengan anggaran Rp30,49 triliun.

“Dengan posisi seperti itu, malaikat pun yang menjadi Gubernur Kalimantan Barat tidak akan mampu maksimal membangun infrastruktur,” ucap Krisantus saat serah terima jabatan CEO CU Keling Kumang di Tapang Sambas pada 25 Maret 2026.

Pernyataan itulah yang kemudian membuat warga geram hingga membanjiri akun Instagram miliknya dengan kritikan.

Halaman:

Tags

Terkini