Operasionalnya ditutup sementara untuk penyelidikan lebih lanjut.
Baca Juga: Pemkot Bogor Bahas Pengembangan Perkeretaapian dengan Dirjen Perkeretaapian
Korwil SPPG Demak, Muzani Ali mengatakan bahwa makanan yang menjadi penyebab kasus keracunan dibagikan pada Sabtu, 18 April 2026.
Gejala keracunan kemudian muncul keesokan paginya pada Minggu, 19 April 2026.
“Menu yang dibagikan kemarin itu ada nasi goreng, kemudian ada telur ceplok, tahu goreng, acar timun wortel. Buahnya ada buah jeruk dan ada susu,” kata Ali kepada awak media pada Minggu, 19 April 2026.
SPPG Distribusikan 1.484 Porsi MBG
Mengenai porsi yang dibagikan, Ali menyebut bahwa SPPG membagikan sekitar 1.484 porsi, 550 porsi di antaranya dikirim ke 4 sekolah yang diduga terjadi insiden keracunan.
“Empat sekolah ini itu totalnya 550 porsi, tetapi yang kena gejala ada 110 orang, yang masuk, dibawa ke rumah sakit itu 95 orang,” papar Ali.
Ali juga memastikan bahwa pelaksanaan dapur MBG di SPPG terkait sudah memenuhi standar operasional prosedur atau SOP, termasuk dengan proses pendistribusian.
“Secara SOP sudah, sudah dipenuhi semua,” ucapnya.
Sampel makanan dikirim ke Labkesda Provinsi Jateng untuk mencari tahu penyebab pasti keracunan yang dialami para korban.(*)