nasional

Presiden Arema FC Gilang: Berikan Pelayanan Maksimal Penanganan Korban Stadion Kanjuruhan

Senin, 3 Oktober 2022 | 10:30 WIB
Update Tragedi Kanjuruhan: Jumlah Korban Tewas Bertambah Jadi 129 Orang (Polda Jatim)

JURNAL METROPOLITAN - Dari laman aremafc.com, Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana mengucapkan duka mendalam atas musibah yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang pada Sabtu (1/10/2022).

Pendukung Arema FC yang diduga tak terima akibat kekalahan dari Persebaya Arema FC pada Liga 1 2022/2023 disebut sebagai penyebab terjadinya kerusuhan di Stadion Kanjuruhan tersebut.

Selanjutnya Gilang menginstruksikan jajaran manajemen Arema FC untuk berkoordinasi dengan pusat layanan kesehatan yang merawat para korban.

Baca Juga: Bentuk Rasa Empati atas Tragedi Kanjuruhan, Valentino Jebret Pilih Mundur dari Host & Komentator Liga 1

Gilang Widya Pramana yang kerap disebut Juragan99 menyadari permintaan maaf saja belum cukup. Terlebih bagi ratusan keluarga yang ditinggalkan.

"Saat ini manajemen Arema FC terus berkoordinasi dengan pusat layanan kesehatan untuk mengurus para korban. Kami meminta agar diberikan pelayanan yang maksimal dalam penanganan korban luka-luka dan meminta pusat-pusat kesehatan untuk menyampaikan pembiayaannya kepada manajemen Arema," jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pertandingan sepak bola di Tanah Air, Gilang juga menyatakan mendukung penuh investigasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

"Kami juga mendukung penuh pengusutan yang dilakukan pihak kepolisian, dan memohon pihak-pihak untuk menahan diri sampai benar-benar ketemu titik terang permasalahannya," tegas Gilang.

Baca Juga: Pemprov Jatim Siapkan Santunan Rp10 Juta untuk Korban Kerusuhan Kanjuruhan

Seperti diketahui sebanyak 129 orang tewas usai terjadi kericuhan pada penghujung laga pekan 11 Liga 1 2022-2023 yang dimenangkan Persebaya Surabaya dengan 3 gol. Sementara Arema FC berhasil menggolkan 2 gol.

Irjen Pol Nico Afinta, saat memberi keterangan di Mapolres Malang, Minggu (2/10/2022) dini hari waktu Indonesia barat menyebut kronologi tewasnya ratusan orang tersebut.

"Para penonton turun ke tengah lapangan, dan berusaha mencari para pemain untuk menanyakan kenapa sampai kalah, atau melampiaskan. Oleh karena itu pengamanan melakukan upaya-upaya pencegahan, dan melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke dalam lapangan," imbuhnya.

Petugas keamanan mencoba mengalihkan massa dengan cara-cara persuasif. Tapi cara itu tak berhasil. Massa kian beringas menyerang dan merusak mobil kepolisian.

Baca Juga: Kerusuhan Kanjuruhan, 3 Mobil Pribadi & 10 Mobil Polisi Rusak

Halaman:

Tags

Terkini