JURNAL METROPOLITAN - Memasuki tahun baru 2023 ini, ahli waris, anak cucu serta kerabat Kerajaan Gowa Sulawesi Selatan, terusik dengan rencana pemerintah menetapkan Istana Raja Gowa sebagai cagar budaya.
Sekedar diketahui Balla Lompoa, sebutan dalam bahasa Makassar untuk Istana Kerajaan Gowa di Sungguminasa, belakangan ini jadi pusat perhatian publik, terutama bagi warga masyarakat di ibukota Kabupten Gowa, Sulawesi Selatan itu.
Pasalnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa menetapkan Balla Lompoa, Istana Raja Gowa sebagai cagar budaya dan pengelolaannya di bawah Pemkab Gowa.
Baca Juga: UU KUHPidana, DPP KAI: Kontroversi dan Membelenggu Hak Asasi Manusia
Salah satunya, keberatan datang dari pihak yang mengaku Masyarakat Adat Kerajaan Gowa. Mereka menyatakan sikap tegas menolak Istana Balla Lompoa Kerajaan Gowa dijadikan cagar budaya.
"Kami menyatakan sikap tegas menolak Istana Balla Lompoa Kerajaan Gowa dijadikan cagar budaya," kata juru bicara Masyarakat Adat Kerajaan Gowa, saat membacakan pernyataan sikap.
Pernyataan sikap keberatan dan mosi tidak percaya tersebut, ditandatangani oleh Tumabbicara Butta ri Gowa atau Mangkubumi Kerajaan Gowa, Andi Tenrisessu Daeng Mattawang Karaeng Segeri.
Baca Juga: Hj Decy Widhiyanti, Serius Tekuni Tata Rias Pakaian Pengantin Adat Betawi
Terkait polemik status Balla Lompoa Kerajaan Gowa yang akan dijadikan cagar budaya, Andi Tenrisessu Daeng Mattawang Karaeng Segeri langsung memberi respon, di antaranya pernyataan pers kepada sejumlah media di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar.
"Saya tidak setuju Istana Balla Lompoa dijadikan cagar budaya oleh pemerintah Kabupaten Gowa. Alasannya, karena selama ini kami dari keluarga belum pernah menyerahkan kepada pemerintah Kabupaten Gowa," kata Andi Tenrisessu.
"Lalu langkah apa yang akan diambil jika pemerintah Kabupaten Gowa secara sepihak tetap melakukan rencananya menjadikan Istana Balla Lompoa sebagai cagar budaya?," tanya awak media.
Baca Juga: Awas Jangan Anggap Enteng Katarak. Gangguan Mata yang Sebabkan Kebutaan
"Kami akan melakukan Somasi (teguran atau peringatan, red) kepada pemerintah Kabupaten Gowa dan ke DPRD Kabupaten Gowa supaya dibatalkan rencanan menjadikan Balla Lompoa menjadi cagar budaya," kata Andi Tenrisessu.
Apa harapan masyarakat terkait Istana Balla Lompoa akan dijadikan cagar budaya?