Istana Raja Gowa Sulsel Dijadikan Cagar Budaya, Ditolak Keras Masyarakat Adat

photo author
Nur Aliem Halvaima, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 3 Januari 2023 | 14:40 WIB
Masyarakat Adat Kerajaan Gowa menolak Istana Raja Gowa dijadikan cagar budaya - foto dok Nur/JM (Nur Aliem Halvaima )
Masyarakat Adat Kerajaan Gowa menolak Istana Raja Gowa dijadikan cagar budaya - foto dok Nur/JM (Nur Aliem Halvaima )

Menurut Andi Tenrisessu, masyarakat Kabupaten Gowa tidak menginginkan istana Balla Lompoa dijadikan cagar budaya sebab Istana Balla Lompoa adalah simbol dari kabupaten Gowa.

Baca Juga: Resep Sup Ikan Batam Cocok Di Segala Suasana Hari

Berikut pernyataan sikap, mosi tidak percaya, dan keberatan dari Masyarakat Kabupaten Gowa atas penolakan Istana Balla Lompoa menjadi situs vagar budaya :

Assalamu Alaikum Wr Wb.

Sesuai dengan perintah UU No 11 tahun 2010 terkait cagar budaya:

1. Kami Masyarakat Adat Kabupaten Gowa menolak usulan istana Balla Lompoa dijadikan cagar budaya.

2. Mekanisme status penetapan istana Balla Lompoa di Sungguminasa, cacat hukum dan cacat administrasi.

3. Rumpun besar Kerajaan Gowa dan masyarakat adat, atau lembaga-lembaga adat di Kabupaten Gowa, tidak pernah dilibatkan atau duduk bersama mengkaji status Balla Lompoa yang akan dijadikan cagar budaya.

5. Usulan dan penetapan yang akan dilakukan Pemkab Gowa untuk menjadikan status istana Balla Lompoa sebagai cagar budaya, hanya bersifat sepihak dan tidak melibatkan pemangku adat, lembaga adat, pemerhati sejarah, penggiat budaya, tokoh budaya, para Gallarrang dan Bate Anak Karaeng.

Sekian. Wassalamu Alaikum Wr Wb.

Tertanda: Tumabbicara Butta ri Gowa atau Mangkubumi di Kerajaan Gowa

Andi Tenrisessu Daeng Mattawang Karaeng Segeri.

Hingga berita ini diturunkan Selasa 3 Januari 2023, Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa belum mengeluarkan pernyataan resmi, terkait rencana menjadikan Istana Balla Lompoa sebagai situs cagar budaya. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nur Aliem Halvaima

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X