JURNAL METROPOLITAN - Keterlibatan Polri dalam pengamanan presidensi Indonesia di KTT G20 di Bali menjadi kebanggaan tersendiri.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo usai gelar pasukan Operasi Puri Agung 2022 di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, Bali, Senin (7/11/2022) mengatakan tugas pengamanan KTT G20 ini bukan hanya tugas biasa. Tugas pengamanan di KTT G20 Indonesia di Bali merupakan tugas mulia.
Listyo menjelaskan tugas Polri yang mengamankan keberlangsungan KTT G20 Bali ini akan memberikan manfaat bagi seluruh dunia. Kesuksesan KTT G20 juga akan berdampak pada kehormatan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada Indonesia.
Baca Juga: Sore Ini Jangan Sampai Lupa, Ada Gerhana Bulan
Selanjutnya Listyo menyebut Polri harus bangga menjadi bagian momentum bersejarah dunia. Karena pada penyelenggaraan KTT G20 ini sekira 20 pempimpin dunia akan hadir.
Selain itu KTT G20 di Bali yang akan diselenggarakan pada 15-16 November 2022 ini merupakan peristiwa penting. Pertemuan ini tempat membahas persoalan dunia karena peserta KTT G20 secara global menguasai 60 persen populasi dunia, 75 persen perdagangan dunia, dan 80 persen produk domestik bruto (PDB).
Kredibilitas Indonesia di mata dunia akan meningkat jika berhasil mengamankan presidensi Indonesia di KTT G20.
Listyo juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam keamanan dan kenyamanan KTT G20 Indonesia.
Baca Juga: Indonesia Sudah Miliki Rumah Sakit Mata Tersertifikasi Syariah
Untuk pengamanan KTT G20, Polri menggelar operasi terpusat Puri Agung mulai 8 sampai 17 November di tiga wilayah hukum, yaitu Polda Bali, Polda Jawa Timur, dan Polda Nusa Tenggara Barat.
Operasi pengamanan melibatkan 9.700 personel dan 3.699 pasukan cadangan dari Mako Brimob dan 11 Satbrimobda dengan dukungan kemampuan khusus dan teknologi modern terintegrasi melalui command center.
Polri melakukan pengamanan super ketat, karena situasi dapat berubah secara cepat dan tidak menentu, akibat konflik Rusia-Ukraina, China-Amerika Serikat, serta Korea Selatan-Korea Utara.
"Dimungkinkan terdapat kelompok yang memanfaatkan G20 untuk menarik perhatian internasional. Kita harus mampu memprediksi dan mencegah aksi-aksi yang dapat mendiskreditkan negara Indonesia dan negara-negara tamu serta kegiatan yang mengarah kepada hal-hal yang bersifat gangguan dan anarkis," tegasnya.***
Artikel Terkait
Selama KTT G20 Polda Bali Operasikan 300 Motor Listrik
Pemda Bali Berlakukan Zonasi Kendaraan Listrik di Nusa Dua Mulai 11 November
Polri Siap Bantu Tarik Peredaran 5 Obat Sirup yang Diduga Jadi Penyebab Gangguan Ginjal Akut Pada Anak
Dilarang Tilang Manual: Korlantas Polri Maksimalkan Tilang Elektronik, Berikan Teguran dan Edukasi Pelanggar
Mabes TNI Kirimkan Kendaraan Listrik untuk Sukseskan KTT G20 2022 di Bali