Pemerintah Bangun 1.600 Rumah Tahan Gempa untuk Relokasi Korban Gempa

photo author
Mulya Achdami, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 6 Desember 2022 | 06:00 WIB
Presiden Tinjau Pembangunan Rumah Khusus Tahan Gempa, Senin (5/12/2022). (Dok. BNPB)
Presiden Tinjau Pembangunan Rumah Khusus Tahan Gempa, Senin (5/12/2022). (Dok. BNPB)

JURNAL METROPOLITAN - Pemerintah membangun 1.600 rumah tahan gempa untuk relokasi korban gempa bumi Cianjur. Ditargetkan akhir Desember ini selesai pengerjaannya dan Januari 2023 siap dihuni.

"Saat sedang dibangun 200 unit rumah untuk tahap pertama di lokasi yang jadi tempat relokasi bagi arga terdampak gempa Cianjur," kata Presiden Joko Widodo saat meninjau pembangunan rumah tahan gempa, Senin (5/12/2022).

Pemerintah, kata Jokowi, menyiapkan pembangunan 1.600 rumah serupa di lokasi lainnya. Relokasi sendiri diprioritaskan bagi warga yang rumahnya berada di pusat gempa, terutama di Kecamatan Cugenang.

Baca Juga: Kepala BNPB Bagikan Langsug Makanan Siap Saji kepala Korban Gempa Cianjur

"Lokasi-lokasi (rumah) yang berada di senternya gempa,
utamanya di Cugenang, itu akan dipindahkan ke sini dan ke
lokasi yang kedua tadi," lanjutnya.

Sementara itu, untuk rumah warga yang tidak direlokasi akan
diberikan bantuan yang besarannya menyesuaikan tingkat
kerusakan, masing-masing Rp50 juta untuk rumah yang rusak
berat, Rp25 juta untuk rumah yang rusak sedang, dan Rp10
juta untuk rumah yang rusak ringan.

Untuk rumah rusak berat, Presiden menyebut bahwa ada yang direlokasi, ada yang dibangun kembali di tempat.

"Yang rusak berat itu ada yang direlokasi ada yang tidak.
Kalau tempatnya berbahaya, berada di garis patahan, garis
sesarnya, itu yang dipindah. Kalau yang tidak dibangun di
tempat yang sama," jelasnya.

Dirjen Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Iwan Suprijanto, menjelaskan rumah yang akan dibangun di lahan seluas 2,5 hektare tersebut dibangun dengan teknologi rumah tahan gempa atau Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). Masing-masing rumah bertipe 36 dan dibangun di atas lahan 75 meter persegi.

"Kami telah mulai pembangunan ini 10 hari setelah
bencana itu terjadi. Setelah lahan ini dinyatakan clear and
clean berdasarkan justifikasi teknis Badan Geologi dan
BMKG," ujarnya.

Baca Juga: Empat Penyebab Kerusakan Gempa Cianjur Menurut BMKG

Selain itu, kata Suprijanto, secara tata ruang sesuai dengan rencana tata ruang peruntukannya untuk kawasan perumahan, dan justifikasi dari Kementerian PUPR kemungkinan untuk membangun di lokasi ini.

Di lokasi relokasi tahap satu tersebut, dari 200 unit pertama yang akan dibangun, Iwan menargetkan 80 unit pertama akan selesai pada akhir Desember 2022.

"Sisanya sebanyak 120 unit ditargetkan selesai
paling lambat minggu ketiga bulan Januari 2023 sehingga
pada akhir Januari 2023 seluruh rumah sudah bisa ditempati," jelas dia.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mulya Achdami

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X