JURNAL METROPOLITAN - Badan SAR Nasional (Basarnas) Provinsi Sulawesi Selatan, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat korban tanah longsor di Kabupaten Maros terkait penghentian pencarian.
"Kami sampaikan mohon maaf kepada masyarakat, atas keterbatasan waktu dalam melakukan pencarian korban longsor," kata Kepala Kantor Basarnas Sulsel, Dr. Djunaidi, S. Sos, MM, Selasa 2 Januari 2023.
Melalui akun Instagram (IG) @basarnas_sulsel, diumumkan bahwa hingga hari ketujuh Basarnas menghentikan pencarian korban tanah longsor di Kabupaten Maros. Empat korban dinyatakan hilang.
Pengumuman penghentian pencarian korban, di antaranya melalui akun IG Basarnas ini sendiri hingga Selasa, sudah ditonton oleh 307 kali dengan 8 orang yang memberi komentar.
Baca Juga: Istana Raja Gowa Sulsel Dijadikan Cagar Budaya, Ditolak Keras Masyarakat Adat
Sekedar diketahui, upaya pencarian korban tanah longsor dilakukan Basarnas di lokasi kejadian di Rompegading, Cenrana, Kabupaten Maros.
Upaya pencarian kemudian akhirnya dihentikan Basarnas, itu setelah tidak ditemukan lagi tanda keberadaan korban hingga hari ketujuh pencarian, Senin 2 Januari 2023 siang.
Pencarian Tim Sar Gabungan ini, telah dioptimalkan untuk menemukan 4 orang warga lainnya dari 6 orang yang menjadi korban tanah longsor di jalan poros Maros-Bone pada Rabu lalu 28 Desember 2022.
Baca Juga: UU KUHPidana, DPP KAI: Kontroversi dan Membelenggu Hak Asasi Manusia
Berbagai upaya telah dilakukan tim gabungan. Antara lain dengan menggunakan alat berat ekskavator untuk membersihkan sisa tanah longsor, menggali menggunakan alat manual, menyisir sungai menggunakan perahu karet hingga berjalan kaki sampai puluhan kilometer.
Namun, hingga hari ketujuh, baru 2 orang korban yang berhasil ditemukan, yakni Ilham (48) dan Rimang (80).
Sementara, 4 orang lainnya yakni Dilla (14), Emi (47), Adel (12), dan Cellung (2) tidak ditemukan tanda keberadaannya.
Baca Juga: Hj Decy Widhiyanti, Serius Tekuni Tata Rias Pakaian Pengantin Adat Betawi
Menurut Kepala Kantor Basarnas Sulsel, Dr Djunaidi, kendala yang terjadi di lapangan adalah kuatnya arus sungai serta kondisi cuaca di sekitar lokasi yang diguyur hujan membuat Tim Sar Gabungan harus ekstra hati-hati melakukan penggalian dan penyisiran.
Artikel Terkait
Daesung Tinggalkan YG Entertainment Setelah 16 Tahun Bergabung?
Awas Jangan Anggap Enteng Katarak. Gangguan Mata yang Sebabkan Kebutaan
Istana Raja Gowa Sulsel Dijadikan Cagar Budaya, Ditolak Keras Masyarakat Adat
'Alena Anak Ratu Iblis' Rilis Besok, Ini Kata Sutradara Sonu Samtani
Resep Pindang Gombyang Warung Yu Nani Khas Indramayu
Resep Kepiting Saus Tiram yang Banyak Dicobain..!
Cocok Jadi Teman Minum Teh di Sore Hari, Ini Resep Pangsit Kakap Berguling
Inilah Cara Pengobatan dan Mencegah Katarak yang Efektif
Sinopsis Suami Pengganti 3 Januari: Justin Keluarkan Dita-Dion dari Penjara
Pencarian Dihentikan, Basarnas Nyatakan 4 Korban Longsor Hilang di Maros Sulsel