olahraga

Bentrok Suporter PSIS Solo dan Persis Solo, Erick Thohir Minta Polisi Persuasif

Sabtu, 18 Februari 2023 | 06:10 WIB
Ketua Umum PSSI terpilih Erick Thohir memberikan keterangan pers dalam Kongres Luar Biasa Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (KLB PSSI) 2023 di Jakarta, Kamis (16/2/2023).(Antara/Aprillio Akbar)

JURNAL METROPOLITAN  - Polisi terpaksa  menembakkan gas air mata untuk membubarkan suporter yang memaksa masuk Stadion Jatidiri. Langkah tersebut diambil agar kericuhan tidak semakin meluas di luar stadion.

Sejumlah oknum suporter PSIS Semarang memaksa masuk ke Stadion Jatidiri pada laga kontra Persis Solo. Padahal, duel tersebut dilangsungkan tanpa penonton.

Pertandingan PSIS kontra Persis berakhir tanpa pemenang. Laga lanjutan Liga 1 2022/23 tersebut tuntas dengan skor imbang 1-1.

 Baca Juga: Komnas HAM: Tujuh Pelanggaran HAM dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan

Ketua PSSI terpilih Erick Thohir  meminta aparat keamanan bertindak persuasif dan belajar dari pengalaman tragedi Kanjuruhan.

Ia yakin aparat keamanan juga mampu berusaha maksimal dalam menenangkan massa tanpa tindakan represif.

"Saya minta para suporter dan aparat untuk tenang dan sama-sama berpikir jernih, niat kita sama untuk sepakbola yang aman dan nyaman untuk semua," ujarnya.

Erick mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak aparat, panpel, dan manajemen kedua tim. Dia meminta kepada seluruh pihak untuk tenang, seperti dinukil dari laman resmi PSSI, Sabtu (17/2/2023)?

Erick menyatakan akan mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Ia menyadari suporter kecewa tak bisa masuk ke stadion untuk mendukung klub kesayangannya bermain.

Selain itu, Erick menyampaikan kericuhan tersebut jangan menjadi awal dari permusuhan. Mengingat, suporter PSIS dan Persis pernah berseteru.

Erick menyatakan akan mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Ia menyadari suporter kecewa tak bisa masuk ke stadion untuk mendukung klub kesayangannya bermain.

 Baca Juga: Polri Pastikan Rekaman CCTV Stadion Kanjuruhan Tidak Ada yang Dihapus

"Suporter Semarang dan Solo itu seduluran. Makanya ke depan perlu ada evaluasi terkait kategori risiko pada setiap laga," ucap pria yang juga magang sebagai Menteri BUMN tersebut.***

 

Tags

Terkini