Berbeda dengan resto lainnya, Sambil Bu Nik menyajikan 25 macam lauk terutama ikan asin. Anda juga akan disuguhkan atraksi pegawai nguleg sambel.
Sambal Bu Nik juga menyediakan aneka daun lalapan melimpah dan gratis seperti terong ungu, daun popohan, kubis, kemangi, daun petai muda, ketimun, selada, dan special ada petai hutan atau kabau atau jaling jaling yang langka, diambil dari hutan Sumatera.
Selain itu disediakan nasi putih yang harum dan pulen, karena beras yang dipakai kelas premium.
"Nasinya juga gratis, ambil sendiri sekenyangnya, kalo kurang bisa nambah," kata Ahmad.
Sensasi sambal dadak dengan tomat rampai dan terasi bangka begitu menggoda, sensasi "umami" pedas asin gurih menempel di ujung lidah sampai rongga tenggorokan.
Baca Juga: Tergerak Jadi Relawan Kesehatan Terdampak Gempa Cianjur? Begini Prosedurnya
"Pas banget dengan nasi panas pulen dan ikan atau ayam yang fresh tak pernah sekalipun masuk freezer. Suegerr sampai ke daging dagingnya," ujarnya.
Untuk menjaga standar kualitas produk dan layanan, sudah betul pilihan Sambal Bu Nik dengan sistem kemitraan swakelola, dimana investor tidak terlibat dalam.pengelolaan bisnis. 100% bisnis dikelola manajemen Sambal Bu Nik.
Investor tinggal menikmati bagi hasil 50% dari nett profit setiap bulannya.
Bagaikan punya deposito di bank, tinggal nunggu transferan masuk ke rekening.
"Saya yakin dengan dukungan manajemen operasional yang kokoh, dan dengan leadership yang "steady" Sambal Bu Nik akan melaju bukan hanya kencang namun konsisten dengan ekspansi cabang yang terukur.
Baca Juga: Meski Harus Mengungsi, Korban Terdampak Gempa Cianjur Masih Bisa Makan Rendang
Hanya 1 cabang dalam 1 bulan dan sementara hanya fokus di Jabodetabek," ujar Ahmad DS.
Ahmad sangat menyadari, tentu saja di setiap bisnis ada risikonya. Kalau pun tidak mencapai target, manajemen dan investor akan memindahkan lokasi usahanya ke lokasi yang lebih prospek dengan sistem gotong royong.
Ini jarang ada di sistem kemitraan manapun, biasanya kalau rugi dan mau pindah lokasi itu urusan mitra, pemilik merek gak mau tahu.