"Penerbangan Boeing 737-800, keluar dari sisi kanan landasan pacu 18 setelah mendarat di Bandara Oslo Torp Sandefjord," begitu pernyataan dari KLM Royal Dutch Airlines pada Minggu, 29 Desember 2024.
Kronologi bermula ketika pilot memilih untuk mengalihkan pesawat ke Bandara Sandefjord Torp, 110 kilometer dari Oslo, untuk pendaratan darurat.
Meskipun pesawat mendarat dengan selamat, pesawat tergelincir keluar landasan pacu tak lama setelah itu dan berhenti di area berumput yang berdekatan dengan landasan pacu.
Otoritas setempat menyebut telah terjadi kegagalan sistem hidrolik sebagai alasan insiden tersebut.
Baca Juga: Nah Loh! Komika Fico Fachriza Diduga Terseret Kisruh Pinjaman Uang, Ini Kronologinya!
Akibat kejadian itu, 176 penumpang dan enam awak pesawat tidak terluka, sementara penyelidikan hingga kini masih dilakukan atas insiden tersebut.
Berkaca dari hal itu, insiden kecelakaan pesawat juga pernah terjadi di Indonesia dalam lima tahun terakhir.
Insiden Kecelakaan Pesawat di Indonesia dalam 5 Tahun Terakhir
Dalam berbagai insiden kecelakaan pesawat di Indonesia, ada yang terjadi akibat tergelincir hingga penurunan drastis. Berikut ini ulasan selengkapnya:
Jatuh di Lereng Pegunungan Mimika
Pada Rabu 18 September 2019 lalu, Pesawat Rimbun Air Twin Otter DHC6-400 milik PT Carpediem Air ditemukan jatuh di lereng Pegunungan Distrik Hoeya, Kabupaten Mimika pada ketinggian 13.453 kaki atau sekitar 3.900 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Pesawat ini sempat hilang kontak dalam penerbangan dari Timika menuju Ilaga pada hari yang sama, sekitar pukul 10.56 WIT.
Pesawat itu dikemudikan Kapten Pilot, Dasep Ishak dengan Copilot Yudra Tetuko dan mekanik Ujang Suhendar dengan membawa serta seorang penumpang, Bharada Hadi Utomo, anggota Brimob yang bertugas di Ilaga. Seluruh awak pesawat dinyatakan tewas dalam kecelakaan tersebut.
Baca Juga: Nah Loh! Komika Fico Fachriza Diduga Terseret Kisruh Pinjaman Uang, Ini Kronologinya!
Tercebur ke Danau Sentani