JURNAL METROPOLITAN - Qatar memiliki museum dengan bangunan indah dan megah. Menjelajahi museum ini akan menjadi pengalaman menyenangkan.
Museum of Islamic Art (MIA) dibangun di sebuah pulau yang berbatasan dengan Corniche, tepi laut Doha. Bangunannya menjadi keajaiban arsitektur yang dirancang oleh arsitek pemenang Hadiah Pritzker, IM Pei.
Museum ini berisi ruang pameran permanen dan sementara terdiri dari empat lantai. Museum ini memiliki toko suvenir, kafe.
Baca Juga: Negara Ini Mampu Ciptakan Kereta Api Tercepat di Dunia
Jika memasauki Museum of Islamic Art (MIA) ini, bukan hanya berisi koleksi benda kuno namun juga terdapat sebuah restoran masakan mewah IDAM, dengan koki terkenal Alain Ducasse yang berada di lantai lima.
Museum juga memiliki sebuah perpustakaan dengan koleksi 21.000 buku termasuk 2.000 edisi langka dalam bahasa Arab dan Inggris.
Museum ini menyelenggarakan berbagai kegiatan budaya sepanjang tahun, termasuk pertunjukan oleh Qatar Philharmonic Orchestra, pemutaran film, serta kelas seni dan kaligrafi untuk masyarakat.
Taman MIA yang rimbun di sebelah museum menghadap ke laut Arab merupakan tempat favorit untuk piknik keluarga, berjalan kaki, berlari, atau kelas yoga luar ruangan.
Baca Juga: Penerbitan Visa Haji, Jemaah Usia Diatas 80 Tahun Tak Harus Rekam Biometrik
Bazar akhir pekan di bulan-bulan yang lebih dingin menghadirkan lebih dari seratus kios yang menjual segala sesuatu mulai dari makanan dan minuman hingga kerajinan tangan, pakaian, dan perhiasan.
Seperti acara bazaar di Museum Seni Islam (Museum of Islamic Art-MIA) yang hadir pada akhir Februari ini.
Di Taman MIA ini kembali diadakan MIA Bazaar yang menawarkan banyak pilihan berbelanja mulai dari makanan lezat, seni dan kerajinan, hadiah unik, pakaian, dan banyak lagi.
Tepatnya mulai Jumat 24 Februari ini, seperti dikutip thepeninsulaqatar.com bazar akan berlangsung selama akhir pekan hingga 18 Maret.
Baca Juga: Dari DTKS, Sebanyak 1,1 juta Warga Jakarta Tak Layak Dapat Bansos, Ini Alasannya