Perpustakaan Mancanegara, Ada yang Modern Hingga Koleksi Bacaan Abad 16

photo author
Aliefien Sutopo, Jurnal Metropolitan
- Minggu, 19 Februari 2023 | 12:00 WIB
perpustakaan Tianjin Binhai
perpustakaan Tianjin Binhai

JURNAL METROPOLITAN - Banyak tempat wisata yang dipilih saat mengunjungi sebuah kota. Sebagian memilih untuk datangi perpusatakaan.

Dikutip tripsavvy.com berikut perpustakaan bisa menjadi agenda selama menuju negara-negara ini.

Contohnya seperti perpustakaan Tianjin Binhai, perpusatakaan ini merupakan perpustakaan yang dibangun pada masa kini. Sehingga penampilan perpustkaan ini nampak paling modern dan terkenal di dunia.

Baca Juga: Jejak Perjalanan Nabi di Dua Tempat Suci Ini Disebut dalam Al-quran

Dibuka pada tahun 2017, perpustakaan Tianjin Binhai terletak di pusat budaya distrik Binhai di Tianjin, Cina, sebuah kota metropolis pesisir di luar Beijing.

Fiturnya yang paling menarik perhatian adalah auditorium bulat besar di tengah, dikelilingi oleh deretan rak buku yang—selain menampung 1,2 juta buku.

Kontur rak juga mengalir di sepanjang dua fasad kaca yang menghubungkan perpustakaan dengan taman di luar. Sudut dan lekukan unik di auditorium ini dirancang untuk merangsang penggunaan ruang yang berbeda, termasuk berjalan kaki, membaca, dan "berdiskusi".

Kuil Haeinsa di Gunung Gaya di Haeinsa, Korea Selatan juga menjadi salah satu perpustakaan yang punya pengaturan buku menarik.

Baca Juga: Kunjungan Wisatawan Masih Sedikit, Dispar Sleman Promosikan Kegiatan Desa Wisata

Meskipun di perpusatkaan ini tidak bisa menemukan fiksi remaja di raknya, perpustakaan Kuil Haeinsa di Gunung Gaya di Haeinsa, Korea Selatan ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO untuk tempat Tripitaka Koreana, kumpulan lengkap teks Buddha yang masih ada.

Di perpustakaan Kuil Haeinsa terdapat ukiran balok kayu lebih dari 80.000 balok kayu selama yang dibuat dari abad ke-13, serta lebih dari 52 juta karakter bacaan dan 6.568 jilid.

Kuil Haeinsa dibangun pada abad ke-15 khusus untuk menyimpan Tripitaka. Bangunan-bangunan tersebut menurut UNESCO mengungkapkan penguasaan yang menakjubkan atas penemuan dan penerapan teknik konservasi yang digunakan untuk melestarikan balok kayu ini.

Dengan desain geometris yang khas dari Renaisans Italia awal, interior perpustakaan Malatesta tidak biasa.

Baca Juga: Wisata ke Spanyol, Jangan Lupa Cicipi Menu yang Mirip dengan Masakan Rumahan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Aliefien Sutopo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X