internasional

Sisi Lain Perekonomian Mesir

Rabu, 1 Maret 2023 | 10:30 WIB
Dampak krisis keuangan di Mesir

JURNAL METROPOLITAN - Lama Samy (24) masih tinggal di rumah bersama orang tuanya. Dia adalah seorang profesional media yang terampil dengan pengalaman pasar yang relatif.

Seperti dikutip fanack.com 10 Februari 2023 lalu, Lama Samy mengatakan dia tidak mampu untuk pindah dari rumah orang tuanya karena upah yang menyusut dan lingkungan kerja yang semakin tidak stabil.

Dia mengklaim bahwa meskipun tidak harus membayar sewa, dengan tetap tinggal bersama orangtuanya telah menghemat banyak uang akibat dampak krisis keuangan di Mesir.

Baca Juga: Usai Gelaran Kejuaran Dunia F1 Powerboat Berakhir, Danau Toba Semakin Dikenal

Menurut Lama Samy krisis keuangan yang sekarang ini lebih parah dari sebelumnya.

“Sebelumnya, 1000 EGP akan sangat membantu, dan itu cukup untuk membeli bahan makanan selama seminggu, tetapi sekarang kami membelanjakan jumlah yang sama untuk membeli sedikit atau tidak sama sekali,” kata Samy kepada Fanack.

Mata uang lokal Mesir telah kehilangan hampir setengah nilainya terhadap dolar sebagian besar karena pinjaman $3 miliar yang dikeluarkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) untuk menyelamatkan perekonomian Mesir.

Pinjaman tersebut menetapkan persyaratan keras yang harus dipenuhi, meskipun ada dampak keuangan pada masyarakat.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

Dalam kasus pound Mesir, Bank Dunia umumnya mendukung intervensi pemerintah yang lebih sedikit dalam urusan ekonomi, yang berarti membiarkan mata uang berfluktuasi pada kurs pasar saat ini.

Dengan inflasi lebih dari 20%, kini toko-toko kelontong terlihat kosong, dan barang impor dikabarkan juga hampir habis.

Orang Mesir dari segala usia dan lapisan sosial (kecuali orang kaya) saat ini sedang merasa sulit untuk mengatasi dampak krisis tersebut.

Masa depan yang tidak pasti serta adanya kenyataan suram yang dihadapi, para ahli dan pengamat Mesir percaya bahwa penduduk mungkin harus menderita untuk waktu yang lama karena ketakutan akan keruntuhan sosial meningkat.

Baca Juga: Masuki Akhir Panen, Jangan Lewatkan Makan Durian Candy di Candimulyo

Halaman:

Tags

Terkini