Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perbarui Perjanjian Swap Bilateral Dalam Mata Uang Lokal

photo author
Egis Yulianti, Jurnal Metropolitan
- Rabu, 28 September 2022 | 20:39 WIB
Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perbarui Perjanjian Swap Bilateral Dalam Mata Uang Lokal Masing-Masing Negara (Departemen Komunikasi Bank Indonesia)
Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perbarui Perjanjian Swap Bilateral Dalam Mata Uang Lokal Masing-Masing Negara (Departemen Komunikasi Bank Indonesia)

JURNAL METROPOLITAN -Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia sepakat memperbarui perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal (Local Currency Bilateral Swap Arrangement – LCBSA hingga senilai RM8 miliar atau Rp28 triliun pada 23 September 2022.

Perjanjian tersebut berlaku efektif selama 3 tahun dan merupakan pembaruan atas perjanjian yang pertama kali disepakati pada tahun 2019. Pembaruan LCBSA tersebut juga semakin memperkuat kerja sama keuangan antar kedua bank sentral. 

Baca Juga: Curhat ke Presiden, Rahmat Ingin Jaminkan Ijazah untuk Modal dari Bank BUMN

“Bank Indonesia memercayai bahwa pembaruan LCBSA tersebut mencerminkan terus berlangsungnya penguatan kerja sama keuangan antara Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia dan diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi kedua negara. Pembaruan perjanjian juga menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat stabilitas pasar keuangan melalui penggunaan mata uang lokal yang lebih luas untuk transaksi bilateral antara Indonesia dan Malaysia," ungkap Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, (28/9).

Sementara, Gubernur Bank Negara Malaysia, Tan Sri Nor Shamsiah Mohd Yunus mengatakan mempertimbangkan perkembangan arus perdagangan yang signifikan antara Malaysia dan Indonesia, kami menyambut baik untuk melanjutkan kerja sama dengan Bank Indonesia melalui pembaruan perjanjian LCBSA ini.

Baca Juga: Menhub Dorong Inovasi Kendaraan Listrik Harga Ekonomis

"Kerja sama LCBSA ini juga melengkapi kerja sama keuangan yang telah dimiliki kedua bank sentral yang ditujukan untuk mendorong penggunaan mata uang lokal pada aktivitas perdagangan dan investasi antar kedua negara," ucapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Egis Yulianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X