JURNAL METROPOLITAN - Saat ini terdapat 210 rumah sakit yang berpotensi untuk dijadikan rumah sakit pendidikan.
Jika rumah sakit yang ada ditambah dengan potensi rumah sakit pendidikan maka totalnya akan ada 420 rumah sakit pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Untuk meningkatkan jumlah rumah sakit pendidikan itu Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono menyebut agar Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI) aktif untuk mendampingi dan memberikan bimbingan kepada 210 rumah sakit yang belum ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan.
Baca Juga: Indonesia Sudah Miliki Rumah Sakit Mata Tersertifikasi Syariah
Menurut Dante Saksono dengan jumlah rumah sakit pendidikan yang terus ditingkatkan akan berdampak pada pelayanan kesehatan yang memadai.
Selain itu, Dante Saksono pada Acara Muktamar, Seminar dan Workshop Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI) yang digelar 5-6 Desember di Jakarta ini mengatakan dengan adanya rumah sakit pendidikan bisa menghasilkan tenaga kesehatan berkualitas.
Karena itu Dante Saksono minta agar rumah sakit pendidikan yang ada memastikan proses pendidikan berjalan baik serta menjaga kualitas pendidikan.
Jika rumah sakit pendidikan menerapkan hal itu, Dante Saksono berharap adanya penguatan rumah sakit pendidikan yang terintegrasi selain juga akan meningkatkan jumlah tenaga kesehatan.
Seperti diketahui Kementerian Kesehatan mendorong rumah sakit tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan namun juga berperan dalam pendidikan dan penelitian melaui skema AHS (Academic-Based Health System).
Hingga saat ini AHS diperluas meliputi enam fakultas kedokteran di USU, Unhas, Unair, UGM, Unpad dan UI. Dengan melakukan pengampuan di wilayah masing-masing itu jumlah rumah sakit pendidikan meningkat menjadi 210 unit.
Ke-210 rumah sakit pendidikan itu terdiri dari 82 unit RSP Utama, 13 RSGM, 28 RS Afiliasi dan 87 RS Satelit.***