JURNAL METROPOLITAN - Saat pandemi COVID-19, seorang anak masuk rumah sakit itu mimpi buruk setiap orang tua. Terlebih lagi bila berkaitan dengan penyakit pernapasan, tentu sedikit harapan bisa sembuh.
Sebuah studi baru memperingatkan COVID-19 lebih berbahaya bagi anak-anak ketika muncul bersamaan dengan RSV (virus pernapasan syncytial), menyebabkan penyakit bertambah parah.
Kedua virus tersebut beredar di Inggris, tetapi penelitian baru dari AS telah merinci bagaimana balita yang dirawat di rumah sakit karena Covid secara signifikan lebih buruk ketika dites positif terkena virus pernapasan kedua.
Baca Juga: Dibuka Lagi, Sejumlah Puskesmas di Jakarta Layani Vaksinasi Covid-19
Studi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), menjelaskan definisinya tentang anak-anak yang parah berarti dirawat di unit perawatan intensif, dan membutuhkan dukungan mesin untuk bernapas.
Dalam studi tersebut, dokter anak Dr Nickolas Agathis dan rekannya menganalisis data 4.372 anak yang dirawat di salah satu dari 14 rumah sakit AS antara Maret 2020 dan Februari 2022.
Dari jumlah tersebut, tim mencatat, lebih dari 60 persen telah diuji untuk infeksi virus pernapasan lainnya, dengan 21 persen dinyatakan positif.
Anak-anak dengan koinfeksi ditemukan lebih mungkin membutuhkan mesin CPAP atau BiPAP untuk membantu mereka bernapas - pada 10 persen dari kasus ini, dibandingkan dengan hanya 6 persen untuk mereka yang dirawat dengan infeksi tunggal.
Demikian pula, mereka lebih sering perlu masuk ke ICU, pada 38 persen kasus koinfeksi, dibandingkan hanya 27 persen anak lainnya.
Selain itu, memecah data berdasarkan usia mengungkapkan bahwa koinfeksi hanya meningkatkan risiko penyakit parah ketika pasien berusia kurang dari lima tahun.
Menurut para ahli penyakit menular anak, temuan penelitian ini cocok dengan pengamatan profesional mereka selama dua tahun pertama pandemi COVID-19.
Baca Juga: Kemenkes : Tida Ada Hubungan Vaksin/Infeksi Covid 19 dengan Gangguan Ginjal Pada Anak
Pada saat ini, mereka mencatat, koinfeksi seperti itu cenderung sangat jarang dengan RSV, misalnya, sebagian besar tidak terdeteksi pada awal pandemi sebagai akibat dari tindakan kesehatan masyarakat akibat pemakaian masker dan jarak sosial. .
Virus, yang diketahui menyebabkan infeksi paru-paru serius pada bayi, muncul kembali di luar musim pada musim semi dan musim panas 2021 karena pembatasan Covid dilonggarkan.
Artikel Terkait
Anies Apresiasi Keberhasilan Nakes dan Kolaborator Tangani Pandemi Covid-19
Kemenkes : Tida Ada Hubungan Vaksin/Infeksi Covid 19 dengan Gangguan Ginjal Pada Anak
Dibuka Lagi, Sejumlah Puskesmas di Jakarta Layani Vaksinasi Covid-19
Pemprov DKI Jakarta Gelar Donor Darah untuk PPSU dan Satgas Covid-19, Ini Penjelasan Pj Gubernur Heru
Ingat Liburan, Ingat Covid-19 Masih Ada
Coklat Hitam Manfaatnya Bisa Tangkal Penyakit Ini
Ubah Pola Hidup Anda, Kurang Tidur Jadi Penyebab Penyakit Kronis Ini