"Jadi untuk mata air terdeteksi setelah pembangunan terjadi," kata Hartata di lokasi longsor.
Hartata mengakui, untuk sumber mata air ini tidak termitigasi sebab saat mula pembangunan kondisi cuaca masih kemarau.
Baca Juga: 5 Hidangan Bubur Ayam di Bandung, Rekomendasi Santapan Malam Hari
"Kalau untuk mitigasinya, waktu itu memang pas musim kemarau. Mungkin jadi mata airnya tidak terlalu besar Kemudian pas sudah posisi kejadian, dideteksi lagi mata airnya ternyata ada lagi," tambahnya.
Mata air yang tidak terdeteksi ini mendapat tekanan tambahan air dari atas jalan raya yang dinilai drainasenya buruk.
"Dan di atas saluran drainasenya tidak ada. Jadi ke arah konstruksi semua (airnya)," tandasnya.
Ditargetkan, perbaikan longsoran tersebut akan selesai pada 10 Desember 2023 mendatang, sehingga akses jalan akan kembali normal.(*)
Artikel Terkait
Sebagai Upaya Peningkatan Pelayanan, Klinik Cahaya Kemang Laksanakan Survei Akreditasi
Antusias, 330 Siswa Ikuti Kelas Edukasi Tabulampot di Kebun Raya Bogor
Dukung Produksi Nasional, Kementan Dorong Berbagai Daerah Kembangkan Varietas Lokal