Waduh! Ratusan Remaja Tanggung di Bogor Ditangkap Polisi, Ternyata Gara Gara Ini

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Sabtu, 23 Maret 2024 | 01:05 WIB
Ratusan anggota gangster Bocimi diciduk pihak kepolisian Polresta Bogor Kota (Dims)
Ratusan anggota gangster Bocimi diciduk pihak kepolisian Polresta Bogor Kota (Dims)

 

JURNALMETROPOLITAN.com -- Sebanyak 256 anggota gangster yang mengatasnamakan 'Gangster Bocimi' berhasil diamankan jajaran kepolisian Polresta Bogor Kota, pada Jumat 22 Maret 2024 

Mereka yang terdiri dari 132 orang berstatus pelajar tingkat SMP, SMA dan SMK, serta 124 orang berstatus non pelajar diamankan dari tiga titik di wilayah Kota Bogor, diantaranya di Lapangan Landbouw, Kecamatan Bogor Barat, kemudian di Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, serta, di Jalan Regional Ring Road (R3), Kecamatan Bogor Timur.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menerangkan, mereka ditangkap lantaran aksinya yang sering melakukan tawuran dan membuat onar

Baca Juga: Manjakan Pengunjung, Rivera Bogor Hadirkan Paket Liburan dan Buka Puasa, Simak Lengkapnya Disini

"Mereka kita amankan, untuk mengantisipasi terjadinya tawuran. Karena kita tahu bahwa, aliansi-aliansi ini kerawanannya tawuran," terang Kombes Pol Bismo kepada wartawan, Jumat 22 Maret 2024 malam

Adapun, dari tangan para remaja tanggung tersebut, barang bukti berupa bendera, bambu, flare, kembang api hingga alat setrum listrik

"Kita amankan juga motor mereka, sekitar 98 unit motor," bebernya

Adapun, dari hasil pemeriksaan sementara, para remaja yang berhasil diamankan ini berasal bukan hanya dari wilayah Bogor, namun juga ada dari wilayah Sukabumi, Depok, hingga Bandung

Baca Juga: Gabungkan Sport dan Entertainment, Full Belly Eats Jadi Sportainment Pertama di Kota Bogor

"Ada yang statusnya masih pelajar SMP, SMA dan ada juga yang non pelajar," pungkasnya

Kombes Bismo menjelaskan, saat ini pihaknya masih mendalami motif hingga otak dari para remaja tersebut, yang melakukan konvoi serta berkumpul bersama.

"Pengakuan mereka, ingin buka bersama di Puncak, akan tetapi barang yang dibawa tidak ada hubungannya dengan buka bersama," ungkap dia

"Saksi mata juga ada yang melihat mereka sempat membuat sajam ke kali, tapi ketika kita melakukan penggeledahan tidak ada," sambungnya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X