JURNALMETROPOLITAN.com - Status gizi balita di Kabupaten Bogor menunjukan tren yang positif seiring dengan menurunnya kasus stunting di Kabupaten Bogor tahun 2024 ini.
Berdasarkan sumber data EPPGBM dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, menurun menjadi 1,91 persen imbas dari keberhasilan program Gotasmil yang telah dilaksanakan selama periode Agustus sampai dengan Oktober 2024.
Hal itu dipaparkan pada kegiatan pertemuan publikasi status gizi balita tingkat Kabupaten Bogor tahun 2024 beberapa waktu lalu di Sentul Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis 5 Desember 2024.
Baca Juga: Pemkab Bogor Pecahkan Rekor MURI, Lewat 3.425 Peserta Pawai Busana Daur Ulang Terbanyak di Indonesia
Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Agus Fauzi mengungkapkan, bahwa upaya pemenuhan gizi merupakan salah satu amanat Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 tahun 2023 yang ditujukan untuk peningkatan mutu gizi perorangan dan masyarakat melalui perbaikan pola konsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang dan aman.
Juga dilakukan melalui peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi yang sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi serta peningkatan kewaspadaan dan peringatan kerawanan pangan dan gizi.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa melakukan publikasi status gizi balita, data yang diperoleh adalah data prevalensi status gizi balita terkini pada skala puskesmas, kecamatan, dan desa dari hasil pengukuran berat badan, tinggi badan anak dibawah lima tahun," kata Agus.
"Data ini akan kami jadikan untuk memperkuat komitmen Pemkab Bogor dan masyarakat dalam gerakan pencegahan dan penurunan stunting,” lanjutnya.
Menurutnya, melihat besarnya kerugian akibat balita stunting, maka Pemkab Bogor terus melakukan upaya intervensi yang komprehensif untuk mencegah dan menanggulangi masalah gizi baik melalui intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif dalam upaya mewujudkan Bogor Bebas Stunting (Gobest).
Terdapat 8 integrasi yang dilakukan guna terwujudnya Gobest, diantaranya melalui pengukuran dan publikasi stunting yang bertujuan untuk mengetahui status gizi anak sesuai umur, memantau kemajuan tumbuh kembang anak secara berkala.
Baca Juga: Pemkot Bogor Kirim Bantuan Darurat untuk Korban Banjir di Sukabumi
Mengembangkan program kegiatan yang sesuai untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi keluarga, pengasuh dan masyarakat dalam menjaga tumbuh kembang balita secara maksimal.
Artikel Terkait
Usai Ikuti Arahan Mendagri, Pj Bupati Bogor Langsung Pimpin High Level Meeting dalam Upaya Pengendalian Inflasi
Partisipasi Pemilih di Kota Bogor hanya 63 Persen saat Pilkada 2024, KPU Beberkan Alasannya
Pj Wali Kota Bogor Lepas PSB U-17, Siap Tanding di Kancah Nasional