Dugaan Keracunan Menu MBG di Sekolah Bina Insani, ini Instruksi Wali Kota Bogor Dedie Rachim

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Kamis, 8 Mei 2025 | 09:46 WIB
Dugaan Keracunan Menu MBG di Sekolah Bina Insani, ini Instruksi Wali Kota Bogor Dedie Rachim (Dims / Jurnalmetropolitan.com)
Dugaan Keracunan Menu MBG di Sekolah Bina Insani, ini Instruksi Wali Kota Bogor Dedie Rachim (Dims / Jurnalmetropolitan.com)

JURNALMETROPOLITAN.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menerima laporan adanya indikasi keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bosowa Bina Insani, Sukadamai, Tanah Sareal.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meminta Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) untuk segera memantau proses pemeriksaan sampel sisa makanan dari isi perut siswa, termasuk kemungkinan dari kebersihan nampan makan.

“Saya menekankan agar proses persiapan bahan dan pengolahan dilaksanakan secara aman, bersih, dan higienis,” ujar Dedie Rachim, Rabu, 7 Mei 2025 malam.

Baca Juga: Innalillahi! Puluhan Pelajar Bina Insani Kota Bogor Diduga Keracunan Menu MBG

Selain itu, Dedie Rachim juga menegaskan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bina Insani lebih waspada dan berhati-hati serta menjaga kualitas sajian makanan bagi para siswa.

"Tetapi juga, kadang kadang kita harus memperhatikan kebersihan dari traynya, dari omprengnya, dan ini juga harus menjadi bahan evaluasi, dan ke depan nggak boleh terjadi lagi ya, karena kan anak-anak ini kan sudah merasa senang, gembira menerima makanan berisi gratis, tapi juga harus kita bisa pastikan bahwa makanan yang mereka terima itu memenuhi syarat-syarat selain gizi juga kebersihan dan kesehatan," jelasnya.

Sebagai informasi, SPPG Bina Insani mengelola 13 sekolah dengan total 2.977 porsi makanan di seluruh Kota Bogor.

Baca Juga: Jenal Mutaqin Ingatkan Dua Hal kepada RT dan RW se-Kelurahan Kayu Manis

Berdasarkan data yang diterima, jumlah korban mencapai 36 orang dengan keluhan beragam, mulai dari mencret, pusing, muntah, demam, hingga sakit perut.

Saat ini, mereka yang terindikasi keracunan telah mendapatkan perawatan. Adapun yang dirawat inap sebanyak 5 orang, rawat jalan 7 orang, dan keluhan ringan 24 orang.

Adapun rincian pasien rawat inap adalah 2 siswa dan 3 guru dari TK Bina Insani.

Baca Juga: Sambangi Rumah Korban Pemukulan OTK, Jenal Mutaqin Minta Pelaku Ditindak

Sementara pasien rawat jalan terdiri dari 2 siswa dan 5 guru TK Bina Insani.

Sedangkan yang mengalami keluhan ringan berjumlah 24 orang, terdiri dari 5 murid SMP Bina Insani, 18 guru SMP Bina Insani, dan 1 office boy SMP Bina Insani.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X