HUT Ke-208, Kebun Raya Bogor Hadirkan Rumah Kaca Hoya Terbesar dan Terlengkap di Asia Tenggara

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Kamis, 22 Mei 2025 | 10:34 WIB
HUT Ke-208, Kebun Raya Bogor Hadirkan Rumah Kaca Hoya Terbesar dan Terlengkap di Asia Tenggara (Dims / Jurnalmetropolitan.com)
HUT Ke-208, Kebun Raya Bogor Hadirkan Rumah Kaca Hoya Terbesar dan Terlengkap di Asia Tenggara (Dims / Jurnalmetropolitan.com)

JURNALMETROPOLITAN.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-208 Kebun Raya Bogor (KRB), PT Mitra Natura Raya (MNR) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan Rumah Kaca Hoya.

Rumah kaca ini merupakan sebuah fasilitas konservasi dan edukasi khusus tumbuhan hoya terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara.

Kebun Raya Bogor merupakan salah satu kebun raya yang dikelola oleh PT MNR. Selama lebih dari dua abad, Kebun Raya Bogor telah menjadi ruang pelestarian, pengetahuan keanekaragaman hayati, dan kebudayaan Indonesia. Di usianya kini, Kebun Raya tidak hanya dikenal sebagai kebun raya tertua di Asia Tenggara, tapi juga sebagai ruang hijau hidup yang menjadi sumber pembelajaran lintas generasi dan tempat bertemunya masyarakat dengan alam serta nilai-nilai budaya.

Presiden Direktur PT Mitra Natura Raya, Michael Bayu A. Sumarijanto, mengatakan tugas MNR adalah meningkatkan pola komunikasi ke masyarakat terutama ke generasi muda, pemerhati lingkungan dan juga pecinta tanaman.

Baca Juga: Perkuat Literasi Keuangan Syariah, OJK Gandeng AO PNM dalam Program SICANTIKS

Sehingga dengan adanya etalase-etalase baru seperti rumah kaca hoya ini, akan menambah kekayaan resources yang bisa kita gunakan untuk penyebaran informasi tentang kekayaan hayati di Indonesia.

“Sehingga mudah-mudahan ini bisa jadi sarana baru untuk belajar, dari peneliti, universitas, pelajar sekolah, dari level SD hingga TK pun bisa dapat ke Kebun Raya Bogor, menikmati alam yang indah sekaligus belajar,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN, Sasa Sofyan Munawar, mengatakan pembangunan Rumah Kaca Hoya merupakan upaya lain dalam meningkatkan jumlah dan kualitas tumbuhan koleksi Kebun Raya. Rumah Kaca Hoya merupakan fasilitas khusus untuk konservasi dan edukasi tanaman dari genus Hoya.

“Tanaman Hoya dikenal karena bentuk dan keindahan bunganya serta nilai ilmiahnya sebagai tanaman epifit tropis. Rumah Kaca Hoya diharapkan menjadi pusat konservasi unggulan untuk spesies Hoya dari berbagai wilayah di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Waduh! Dana Desa Telah Cair, Infrastruktur Desa Sukakarya Belum Juga Dibangun

Rumah Kaca Hoya dirancang untuk merawat tumbuhan tropis sekaligus menjadi sarana belajar bagi publik. Rumah kaca yang digagas sejak tahun 2023 silam dan memulai pembangunan pada tahun 2024 ini dijadikan sebuah ruang konservasi dan edukasi dengan menampilkan kekayaan dan keunikan tumbuhan Hoya yang terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara.

Rumah kaca seluas 497,5 m² ini menjadi rumah bagi lebih dari 100 jenis Hoya dengan lebih dari 500 spesimen yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari luar negeri. Di dalamnya, pengunjung diajak menjelajahi dan mengenal lebih dekat keindahan berbagai jenis Hoya asli Indonesia, Hoya hibrida dengan warna dan bentuk yang unik, hingga Hoya eksotis dari berbagai penjuru dunia.

Tidak hanya menjadi ruang pamer, Rumah Kaca Hoya ini juga menjadi pusat konservasi dan penelitian dari hasil kerja sama antara Kebun Raya Bogor, periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta dukungan dari komunitas dan pegiat tumbuhan Hoya di Indonesia.

Lebih dari 30 jenis baru Hoya spp. ditemukan oleh periset BRIN Prof. Dr. Sri Rahayu, M.Si. dan juga berhasil meciptakan varietas baru, yaitu Hoya 'Kusnoto' yang merupakan hasil seleksi mutasi menggunakan sinar gamma tahun 1996 dari induknya Hoya diversifolia, dan sukses mendapatkan hak paten melalui Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) dari dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Kementerian Pertanian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X