Tak Lagi Diteror Pengamen, Turis Jepang Puji Wajah Baru Kota Bogor

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Jumat, 30 Mei 2025 | 15:32 WIB
Tak Lagi Diteror Pengamen, Turis Jepang Puji Wajah Baru Kota Bogor (istimewa)
Tak Lagi Diteror Pengamen, Turis Jepang Puji Wajah Baru Kota Bogor (istimewa)

 

 

JURNALMETROPOLITAN.com - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyambut langsung kedatangan turis asal Jepang, Ogata, di Alun-Alun Kota Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Kamis (29/5/2025). 

Ogata sempat menjadi perhatian publik tahun lalu setelah mengunggah pengalamannya yang kurang menyenangkan saat menaiki angkot di Bogor. 

Ia mengaku merasa tidak nyaman karena adanya pengamen yang berperilaku intimidatif. Video yang ia unggah pun viral dan memicu respons cepat dari Pemkot Bogor.

Sambutan ini menjadi simbol komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam memperbaiki kenyamanan dan keamanan wisatawan yang datang berkunjung.

Baca Juga: Dedie Rachim Terima Penghargaan Kepemimpinan Inovatif di Bidang Pangan dan Gizi

Dedie Rachim menuturkan, bahwa sejak kejadian itu Pemkot Bogor segera mencari cara untuk mengetahui keberadaan Ogata agar bisa menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

“Alhamdulillah setelah melalui berbagai proses, kami tentu harus mencari Ogata-san. Saat itu videonya viral karena merasa terganggu saat naik angkot, terintimidasi oleh pengamen yang bertato, mulut bau alkohol, dan berkata kasar,” ujar Dedie Rachim.

Ia menjelaskan bahwa berkat laporan dari Ogata, ternyata banyak warga Kota Bogor yang memiliki keresahan yang sama. Oleh karena itu, Pemkot Bogor mengambil langkah tegas terhadap para pengamen untuk tidak mengamen di angkutan umum. 

Baca Juga: Wali Kota Bogor Dedie Rachim Ajarkan Masyarakat untuk Sayangi Lansia

“Laporan Ogata-san ini menjadi dasar kami melarang pengamen bermain di angkot, karena ternyata banyak warga juga mengalami hal yang sama tapi tidak bersuara,” ucapnya.

Tak hanya menyambut Ogata di stasiun, Dedie juga mengajak turis asal Jepang tersebut berkeliling Alun-Alun Kota Bogor dan mencoba kembali menaiki angkot sebagai simbol bahwa perubahan nyata telah dilakukan.

“Kami ingin memperlihatkan bahwa kami telah lakukan perbaikan. Para pengamen kini tidak lagi main di angkot, tetapi disediakan tempat khusus di taman dan restoran. Mereka sekarang bukan lagi pengamen, tapi seniman jalanan yang dihargai,” terang Dedie Rachim.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X