Belasan Dongdang Hasil Bumi Diarak, Warga Lembur Sawah Gelar Sidekah Bumi

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Senin, 30 Juni 2025 | 18:15 WIB
Belasan Dongdang Hasil Bumi Diarak, Warga Lembur Sawah Gelar Sidekah Bumi (dims / jurnalmetropolitan.com)
Belasan Dongdang Hasil Bumi Diarak, Warga Lembur Sawah Gelar Sidekah Bumi (dims / jurnalmetropolitan.com)

 

JURNALMETROPOLITAN.com - Belasan dongdang berisi hasil bumi, olahan makanan serta hasil produksi warga Lembur Sawah, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor diarak menuju situs Singa Manggala untuk selanjutnya dibawa ke tengah kampung dan didoakan bersama, Minggu (29/6/2025).

Penyerahan pare gede yang dibawa dengan dua tandu menggunakan empat selongsong bambu menjadi simbol pemberian hasil bumi dari warga masyarakat kepada pemerintah yang kemudian oleh pemerintah dibagikan kembali kepada masyarakat.

Prosesi itu merupakan bagian dari tradisi budaya warga Lembur Sawah dalam melaksanakan Sidekah Bumi atau Seren Taun yang melibatkan seluruh warga yang dilaksanakan.

Baca Juga: Ketua DPRD Kota Bogor Terima Audiensi Dekopimda Bahas Penguatan Koperasi Daerah

Ketua Panitia Penyelenggara, Ahmad Jaelani yang juga merupakan generasi ke-4 dari tokoh masyarakat Uyut Enan, mengatakan bahwa Sidekah Bumi ini sudah berlangsung sejak abad ke-17 atau sekitar tahun 1601 masehi.

Seren Tahun atau Sidekah Bumi dilaksanakan oleh masyarakat sebagai rasa syukur kepada Allah, Tuhan yang telah memberikan tanah yang subur dengan hasil panen melimpah dengan melaksanakan doa dan makan bersama.

"Tidak ada yang berubah sejak dulu. Warga bersama-sama membawa hasil bumi serta makanan olahan hasil bumi dan barang hasil produksi. Pada tahun ini ada 19 dongdang yang berasal dari seluruh RT/RW di satu Kelurahan Mulyaharja, sebagai wujud rasa syukur terhadap Tuhan yang Maha Esa," ujarnya.

Baca Juga: Oknum Anak Buahnya di Sumut Kena OTT KPK yang Rugikan Negara hingga Rp231,8 Miliar, Menteri PU: Ini Benar-benar Tamparan Keras

Jika dulunya ini hanya dilaksanakan dan dihadiri oleh warga sekitar, sejak empat tahun ke belakang Sidekah Bumi ini menjadi daya tarik bagi masyarakat luas yang kemudian dikemas dengan penampilan seni tradisi, wayang, penampilan para pesilat, serta berbagai tarian tradisional.

Tak hanya itu, dalam Sidekah Bumi ini, masyarakat yang datang pun bisa ikut menikmati hasil bumi secara gratis yang ada dari dalam dongdang, ataupun bisa menikmati olahan hasil bumi yang diolah menjadi makanan tradisional, maupun kudapan dalam festival jajanan lembur.

Uniknya, dalam festival jajanan lembur ini masyarakat akan mendapatkan pengalaman seperti berada di masa lalu dengan melakukan transaksi menggunakan uang koin dari batok kelapa yang ditukar dengan uang Rp10 ribu untuk empat koin.

Baca Juga: Soal Penunjukan Marketplace Sebagai Pemungut PPh, Begini Kata Kemenkeu

"Dengan kemasan ini animo masyarakat yang hadir pun terus meningkat setiap tahunya dan ini juga sebagai bentuk pelestarian budaya dengan memperkenalkan kepada masyarakat luas serta bisa meningkatkan potensi ekonomi," katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X