JURNALMETROPOLITAN.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara soal video viral yang menampilkan dugaan pungutan liar oleh oknum petugas derek Dinas Perhubungan (Dishub) di kawasan Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat.
Dalam video yang viral di media sosial, tampak seorang sopir bajaj menyerahkan sesuatu ke arah mobil derek bertuliskan “Dishub”.
Video itu juga disertai dengan narasi dari perekam yang menyebut adanya dugaan pemalakan oleh oknum petugas Dishub terhadap sopir bajaj.
Merespons kejadian itu, Pramono mengaku langsung meminta agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap petugas yang terlibat.
“Saya juga menghubungi langsung kepala dinas dan kemudian kepala dinas memberikan video pengakuan dari orang di Senen yang merasa dipalak,” ujar Pramono di Balai Kota, Senin 30 Juni 2025.
Meski dalam testimoni sopir bajaj yang dimaksud disebutkan bahwa peristiwa tersebut tidak seperti yang dituduhkan publik, Pramono tetap meminta agar proses pemeriksaan tetap dilakukan.
Baca Juga: Ada 92 Percontohan Kopdes/Kel Merah Putih di 38 Provinsi, Wamenkop: Launching 19 Juli di Klaten
“Ternyata orang tersebut membuat testimoni bahwa itu tidak seperti yang beredar,” kata Pramono.
“Tapi, saya tetap meminta kepada kepala dinas perhubungan untuk memeriksa petugas Dishub-nya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pengusutan ini penting untuk memastikan integritas pelayanan publik dan mencegah terjadinya kembali praktik serupa di lapangan.
“Tapi tetap saya meminta untuk diperiksa karena tidak bisa terjadi seperti ini,” kata Pramono.
Sebelumnya, Syafrin Liputo menyatakan bakal memanggil petugas derek untuk diperiksa terkait video viral tersebut.
Artikel Terkait
RK-Suswono Merapat ke MK demi Siapkan Bukti Gugatan Pilkada DKI Jakarta 2024 Usai Kalah Suara dari Pramono-Doel
Gebrakan Anyar Pramono Anung soal Ondel-ondel, Tak Ingin Warisan Budaya Betawi itu Digunakan Buat Ngamen
Soal Tragedi Longsor Gunung Kuda, Gubernur Dedi Mulyadi Akan Sambangi Keluarga Korban