Ujian Kredibilitas Reformasi BUMN
Pemerintah selama ini menggaungkan reformasi BUMN sebagai agenda strategis nasional, mulai dari profesionalisasi manajemen, pembatasan masa jabatan, hingga penegakan prinsip meritokrasi.
Karena itu, konsistensi penerapan aturan masa jabatan direksi dinilai menjadi barometer penting, tidak hanya bagi PLN, tetapi juga bagi BUMN lain secara keseluruhan.
Pengamat tata kelola menilai, jika ketentuan yang telah ditegaskan secara tertulis ini tidak dijalankan secara konsisten, maka pesan reformasi berisiko kehilangan legitimasi di mata publik dan pelaku pasar.
Baca Juga: Banjir Bandang di Wisata Guci: 3 Titik Rusak Parah hingga Kirim Kayu Gelondongan ke Pantai Larangan
RUPS PLN pekan ini, dengan demikian, bukan hanya forum korporasi rutin, melainkan panggung uji: apakah aturan ditegakkan apa adanya, atau kembali dinegosiasikan melalui mekanisme informal yang justru ingin diputus oleh agenda reformasi BUMN.(*)
Artikel Terkait
Jelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, PLN UP3 Bogor Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Tanpa Padam
Cerita Menteri Bahlil saat Tegur Dirut PLN di Rapat DPR, Sebut Distribusi Listrik Tak Merata
Mobil PLN Kesulitan Masuk, Warga dan Petugas Saling Bantu Agar Listrik Masuk Pemukiman yang Terdampak Bencana di Aceh