Momentum Idul Fitri di Kebun Raya Bogor, Prof Arif Satria Tekankan Rekonstruksi Peradaban

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Senin, 23 Maret 2026 | 10:35 WIB
Momentum Idul Fitri di Kebun Raya Bogor, Prof Arif Satria Tekankan Rekonstruksi Peradaban (Dims / jurnalmetropolitan.com)
Momentum Idul Fitri di Kebun Raya Bogor, Prof Arif Satria Tekankan Rekonstruksi Peradaban (Dims / jurnalmetropolitan.com)


JURNALMETROPOLITAN.com - Momentum 1 Syawal 1447 H yang jatuh pada Sabtu (21/3/2026) menjadi hari yang penuh khidmat bagi warga Bogor. Ribuan umat Islam memadati Taman Rainward, Kebun Raya Bogor (KRB), untuk menunaikan ibadah Shalat Idul Fitri sekaligus menyimak pesan perdamaian yang disampaikan oleh khatib, Prof. Dr. H. Arif Satria, SP, M.Si.

Prof. Arif Satria, yang kini mengemban amanah sebagai Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat
(MPP) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyampaikan khotbah inspiratif berjudul: "Idul Fitri dan Kontekstualisasi Nilai Islam dalam Rekonstruksi Peradaban Baru."

Dalam khotbahnya, Prof. Arif Satria menekankan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian dan potensi konflik, umat Islam dituntut untuk menghadirkan kembali wajah agama yang membawa rahmat bagi semesta (Rahmatan lil 'Alamin).

Baca Juga: Tak Mudik? Rasakan Suasana Kampung di Kebun Raya Bogor Lewat Program 'Poelang Kampoeng'

Ia menyoroti bahwa kehancuran peradaban seringkali dipicu oleh hilangnya rasa kemanusiaan dan pengabaian terhadap nilai-nilai etika universal.

Sebagai sosok intelektual yang memadukan kekuatan Imtaq (Iman dan Taqwa) serta Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), Prof. Arif menawarkan paradigma "Wasatiyat Islam" (Islam moderat) sebagai fondasi untuk membangun masyarakat yang adil, makmur, dan damai.

7 Pilar Rekonstruksi Peradaban Baru
Untuk mewujudkan perdamaian dunia yang abadi, Prof. Arif memaparkan tujuh nilai utama Islam yang harus diinternalisasi oleh setiap individu maupun kolektif:

Tawazun: Senantiasa menjaga keseimbangan, termasuk antara kepentingan duniawi dan ukhrawi.

Baca Juga: Kebun Raya Bogor Jadi Lokasi Shalat Id Tingkat Kota Bogor, Kepala BRIN Bertindak sebagai Khatib

I’tidal: Bertindak proporsional, adil, dan penuh tanggung jawab.

Tasamuh: Mengedepankan toleransi serta penghormatan terhadap perbedaan di tengah masyarakat majemuk.

Syura: Mengutamakan musyawarah dan dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan.

Islah: Semangat melakukan perbaikan dan pembaharuan demi kesejahteraan bersama.

Qudwah: Menghadirkan keteladanan dalam perilaku dan kepemimpinan di semua lini kehidupan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X