JURNALMETROPOLITAN.com - Kebun Raya Bogor (KRB) tak henti-hentinya memberikan kejutan dan gebrakan setiap tahunnya. Tahun ini di penghujung Januari 2026, KRB
mempersembahkan proses menuju mekarnya salah satu bunga paling ikonik di dunia,
Amorphophallus titanum atau yang dikenal sebagai bunga bangkai raksasa.
Tepat di hari Minggu, 25 Januari 2026, bumi di Kebun Raya Bogor kembali berbisik. Dari
kedalaman tanah yang lembap dan sunyi, sebuah kehidupan purba mulai menampakkan
tanda kebangkitannya.
Amorphophallus titanum atau bunga bangkai yang melegenda resmi terpantau dan memasuki fase awal menuju mekar di area koleksi bunga bangkai, tepatnya di tebingan Mata Air Kahuripan.
Baca Juga: Libur Nataru, Kebun Raya Bogor Padukan Rekreasi dan Edukasi
“Pada tahap awal pengamatan fase generatif, Amorphophallus titanum tercatat memiliki tinggi sementara 85 cm dengan lebar keliling kuncup 40 cm. Tumbuhan ini merupakan salah satu
koleksi Kebun Raya Bogor yang ditanam pada 11 September 1992, dengan bibit yang berasal
dari Sumatra, Jambi,” jelas Yudhistira selaku Horticulture Senior Manager.
Proses pemantauan dilakukan oleh tim hortikultura Kebun Raya Bogor. Sebagai salah satu bunga majemuk terbesar di dunia, setiap fase pertumbuhan Amorphophallus titanum selalu menyimpan cerita menarik, mulai dari kemunculan kuncup, pertumbuhan harian yang pesat, hingga momen mekar yang hanya berlangsung singkat dan sangat dinantikan.
Diperkirakan bunga bangkai raksasa ini akan mekar sempurna sekitar 3 sampai 5 hari
kedepan. Peristiwa langka ini menjadi sorotan para peneliti, pecinta flora, serta masyarakat
luas, mengingat siklus mekar titan arum yang tidak teratur dan hanya terjadi setelah tanaman
mengumpulkan energi selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Diikuti 348 Peserta dari Empat Provinsi, Festival Pencak Silat Kebun Raya Bogor Berlangsung Meriah
Koleksi Amorphophallus titanum di Kebun Raya Bogor telah menjadi bagian penting dari
upaya konservasi flora langka Indonesia. Mekarnya spesimen kali ini menunjukkan
keberhasilan pemeliharaan ex-situ yang konsisten dan berkelanjutan di bawah pengelolaan Kebun Raya Bogor.
Memiliki julukan “bunga bangkai raksasa” karena aromanya yang khas, titan arum menjadi simbol keunikan dunia tumbuhan Indonesia. Di habitat aslinya hutan tropis Sumatra tanaman ini semakin rentan akibat degradasi hutan, sehingga keberadaan koleksi di kebun raya memiliki nilai konservasi yang sangat penting.
General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin mengatakan
setiap kali Amorphophallus titanum mekar, itu adalah momen yang sangat berarti dalam dunia
botani. Ia mengatakan ini bukan hanya sebagai peristiwa unik, tetapi juga sebagai pengingat
pentingnya konservasi flora Nusantara.
Baca Juga: Kebun Raya Ramaikan FLOII Expo 2025 Lewat Kelas Edukasi Kreatif
“Kebun Raya Bogor menjadi rumah konservasi bagi Amorphophallus terbesar di dunia, yaitu
Amorphophallus titanum. Mekarnya bunga ini menandakan suksesnya fungsi konservasi pada Kebun Raya Bogor yang diemban oleh kami selaku mitra pengelola Kebun Raya,” ujar Zaenal.
Bunga bangkai raksasa ini pernah mekar di Kebun Raya Bogor tahun 2020 silam, setelah
enam tahun, bunga bangkai ini kembali mekar. Tim Kebun Raya Bogor akan terus melakukan
pengamatan intensif serta membagikan perkembangan terbarunya.(*)
Artikel Terkait
Berusia 35 Tahun, Indukan Bunga Bangkai Mekar ke Tujuh Kalinya di Kebun Raya Cibodas
Bunga Bangkai Kebun Raya Cibodas Mekar Perdana di Tahun 2025
Indah! Bunga Bangkai Kebun Raya Cibodas Mekar Kembali di Akhir Ramadan