Bunga Bangkai Kebun Raya Cibodas Mekar Perdana di Tahun 2025

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Senin, 17 Februari 2025 | 16:47 WIB
Bunga Bangkai Kebun Raya Cibodas Mekar Perdana di Tahun 2025 (Dims / Jurnalmetropolitan.com)
Bunga Bangkai Kebun Raya Cibodas Mekar Perdana di Tahun 2025 (Dims / Jurnalmetropolitan.com)

 

JURNALMETROPOLITAN.com - Amorphophallus titanum Becc atau dikenal dengan bunga bangkai yang mekar saat ini merupakan koleksi Kebun Raya Cibodas dengan nomor koleksi 76 C. Tanaman tersebut mekar untuk yang ke tiga kalinya setelah sebelumnya mekar pada 2015 dan 2019 dengan ketinggian mencapai 2,8 meter.

Menurut data hasil pemantauan unit pengelolaan koleksi ilmiah Kebun Raya Cibodas, tunas bunga yang saat ini mekar mulai teramati pada 26 Desember 2024. Bunga ini mekar sempurna tepat pada Senin (17/02) pukul 00.45 WIB dengan tinggi spadiks 293 cm (2,93 m) dan lebar spathanya 126 cm.

Bunga yang mekar kali ini disemai tahun 2000 dan ditanam tahun 2004. Anakan dari induk bunga bangkai dengan nomor koleksi 28 itu mekar untuk yang ke tiga kalinya di Kebun Raya Cibodas. Induk tanaman tersebut dikoleksi oleh Alm. R. Subekti Purwantoro, dkk tahun 2000 dari Sungai Manau, Batang Suliti, Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Sumatera Barat.

Baca Juga: Hapkido Kota Bogor Jadi Juara Umum Daeryun Cup 1 se-Jawa Barat, Usai Boyong 6 Emas dan 1 Perunggu

Tanaman bunga bangkai yang saat ini mekar mengalami fase yang tidak semestinya karena mengalami fase berbunganya lebih dari empat tahun semenjak berbunga terakhir pada 2019. Namun ketinggian bunganya lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Peneliti Ahli Muda Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN Destri menyampaikan, jika kemungkinan umbi bunga yang saat ini mekar mengalami penurunan kualitas media sehingga menyebabkan keterlambatan perbungaannya.

Namun, di sisi lain, keterlambatan tersebut menjadikan cadangan makanan terkumpul banyak sehingga ketinggian bunganya melebihi dari yang sebelumnya.

Baca Juga: Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok Kunjungi Kebun Raya Bogor

“Seharusnya secara normal tanaman tersebut berbunga tahun 2023 tetapi mengalami keterlambatan. Hal ini kemungkinan disebabkan umbi mengalami masalah, seperti kena hama ataupun penyakit dan membutuhkan waktu untuk pemulihan,” ungkap Destri.

Saat ini, jumlah koleksi tanaman bunga bangkai yang ada di Kebun Raya Cibodas sebanyak 11 nomor spesimen. Untuk menambah jumlah koleksi yang ada di Cibodas dan sebagai tanaman cadangan, maka dilakukan penyerbukan buatan. Hal ini dikarenakan bunga bangkai yang ada di Kebun Raya Cibodas tidak bisa melakukan penyerbukan sendiri.

“Jika di luar habitat aslinya, tanaman tersebut tidak akan bisa melakukan penyerbukan sendiri karena dia sendirian. Namun di habitat aslinya tanaman tersebut memiliki banyak teman yang lainnya. Sehingga saat dia mekar dan teman yang lain juga mekar, maka penyerbukan bisa terjadi secara alami dibantu oleh serangga,” jelas Destri.

Baca Juga: SesKemenkop Sebut RAT Koperasi Momen Refleksi, Evaluasi, dan Penetapan Langkah Strategis

Destri menambahkan, tujuan kegiatan penyerbukan buatan adalah untuk melakukan pelestarian dan konservasi terhadap tanaman bunga bangkai itu sendiri serta bisa digunakan sebagai bahan penelitian.

Tanaman ini juga memiliki keunikan tersendiri, yaitu selain memiliki aroma yang khas seperti bau bangkai, juga mempunyai perbungaan yang sangat besar yang bisa disebut sebagai the giant inflorescent in the world.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Rekomendasi

Terkini

X