Menurut pengakuannya saat itu tak hanya terjadi sekali ledakan, tapi beberapa kali saat ia dan keluarganya sedang berusaha untuk menyelamatkan diri.
“Tapi Alhamdulillah, Allah masih sayang kami sekeluarga, bisa berjalan dengan beberapa kali ledakan dari gas dan beberapa kendaraan yang hangus terbakar,” paparnya dalam video yang kini sudah diputar lebih dari 22 ribu kali penayangan itu.
“Saat itu berlari di atas reruntuhan rumah dengan api dimana-mana. Tidak ada satupun yang kita bawa terkecuali baju yang dipakai,” imbuhnya.
Rumahnya yang ikut terbakar menyimpan kenangan karena merupakan peninggalan yang diwariskan secara turun temurun.
“Tidak ada korban jiwa, kecuali luka bakar ringan dan langsung ditangani di rumah sakit terdekat, entah trauma sampai kapan, kami sekeluarga berduka,” tuturnya.
Kronologi Insiden Kebakaran
Kanit Damkar Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) 3 Cipanas, Yanto Hermanto, menyebut bahwa kebakaran berasal dari salah satu rumah warga saat pagi hari yang diduga karena tabung gas.
Setelah suara dentuman, langsung muncul api dan menjalar dengan cepat membakar rumah warga yang tinggal di kampung padat penduduk tersebut.
Menurut data yang dihimpun, ada 18 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dan harus mengungsi di masjid setempat.
Saat kejadian, 3 unit mobil pemadam kebakaran dengan 12 orang petugas ditugaskan untuk memadamkan api.
Sementara itu, untuk para korban yang mengalami luka akibat kebakaran, kata Yanto langsung dibawa ke RSUD Cimacan untuk perawatan medis.(*)
Artikel Terkait
Kebakaran Pabrik Plastik di Sekitar Kawasan Bandara Soetta, 47 Pesawat Sempat Berputar-putar di Udara
Update Insiden Kebakaran di Wang Fuk Court Hong Kong: KJRI Siapkan Pemulangan Jenazah Korban WNI
Kronologi Kebakaran Rumah yang Berisi Dagangan Petasan di Sleman, Warga Sempat Panik Selamatkan Diri