"Penolakan itu memicu emosi para pelaku hingga akhirnya terjadi keributan di lokasi acara," tulis postingan tersebut.
Korban Terjatuh Tak Sadarkan Diri
Dalam insiden itu, situasi yang semula penuh kebahagiaan berubah menjadi mencekam.
Baca Juga: Sidak GOM Bogor Utara dan GOR, Komisi IV DPRD Khawatir Keselamatan dan Keamanan Bagi Masyarakat
Korban yang tengah mengurus jalannya acara tiba-tiba menjadi sasaran pengeroyokan usai diduga dipukul menggunakan benda keras hingga terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Sejumlah warga berusaha memberikan pertolongan, sementara keluarga korban histeris melihat kejadian tersebut.
Dalam video yang beredar, istri korban bahkan dilaporkan pingsan di lokasi karena tidak kuat menahan kesedihan.
Diduga Tolak Jatah Rp100 Ribu
Secara terpisah, Kapolsek Campaka Purwakarta, AKP Firman Budiarto mengatakan terduga pelaku sempat meminta uang kepada pemain organ untuk membeli minuman keras (miras).
"Oleh penyelenggara organ, ditawarkan uang Rp 100.000 tetapi orang tersebut menolak dengan alasan kurang," kata Firman dalam keterangannya, pada Minggu, 5 April 2026.
Baca Juga: Wujud Harmoni dan Keberagaman dalam Dharma Shanti di Balai Kota
"Karena di bawah pengaruh minuman keras, orang tersebut marah dan memicu kericuhan," sambungnya.
Korban Dipukul Sebilah Bambu
Dalam kesempatan yang sama, Firman menjelaskan, korban yang tengah berada di dalam rumah mendengar keributan itu langsung keluar rumah dan menegur gerombolan tersebut.
Meski demikian, para pelaku tidak terima dan mengejar korban hingga ke depan rumahnya.
Artikel Terkait
Sorotan Khusus Dedi Mulyadi Soal Skandal Kekerasan OCI Taman Safari: Gugat-gugatan Tak akan Selesai
Sebut Masa Lalu Tak Mungkin Berubah, Dedi Mulyadi Beri Rp300 Juta untuk Korban Dugaan Kekerasan OCI Taman Safari
Empat Anggota Perguruan Silat Ditangkap Polisi Buntut Pengeroyokan di Bandung