Koordinator Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI), Slamet Barokah menyebut kerja keras aparat patut diapresiasi.
Baca Juga: Yantie Rachim Ajak Perempuan Pahami Perimenopause Secara Bijak
Slamet menilai, pengaturan arus kendaraan yang terintegrasi mampu mengurai kepadatan yang sempat terjadi selama berhari-hari.
“Selama lebih dari 16 hari pengaturan dilakukan, ribuan kendaraan bisa melintas dengan aman, bahkan tanpa kecelakaan," beber Slemat.
"Ini menunjukkan kerja keras luar biasa dari petugas di lapangan," tandasnya.
Aksi Bagi-bagi Nasi Bungkus
Saat terjadinya insiden kemacetan, terdapat aksi humanis yang juga dilakukan anggota Satlantas Polresta Banyuwangi.
Mereka sempat terlihat membagikan nasi bungkus dan air mineral kepada para sopir di kantong parkir Pelabuhan Bulusan.
Kegiatan tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh para pengemudi.
Eko Priyono, sopir logistik asal Pasuruan yang hendak mengirim paket ke Tabanan, Bali, mengaku terbantu dengan perhatian tersebut.
Baca Juga: Menuju Kota ASRI, Penertiban dan Penataan Kota Bogor Terus Berlanjut
"Saya senang dan berterima kasih. Di tengah kondisi macet yang melelahkan, masih ada perhatian dari kepolisian kepada kami para sopir," ungkap Eko.
Terlebih, Eko menilai bantuan sederhana tersebut mampu menjaga semangat para sopir yang harus menunggu antrean kapal.
"Patut diapresiasi. Nasi bungkus ini menambah semangat kami saat menunggu antrean panjang," tambahnya.
Sopir Logistik: Semoga Tak Ada Lagi Antrean Panjang
Artikel Terkait
Dianggap Sudah Tak Ideal, Indeks Kemacetan di Jabodetabek Sentuh Angka 53 Persen
Kerahkan Tim Urai, Satlantas Polresta Bogor Kota Sebar Personel di 51 Titik Kemacetan Antisipasi Kemacetan saat Malam Tahun Baru