Kembali soal penuturan Andovi, ia kini mengapresiasi para mahasiswa aktif yang menggunakan fasilitas kampus sebagai lokasi forum untuk mengusut kasus pelecehan tersebut.
Andovi juga menyoroti keberanian para audiens yang meminta terduga pelaku bertanggung jawab atas dugaan pelecehan tersebut.
"Saya mau apresiasi kepada semua mahasiswa mahasiswi FH UI lainnya yang secara sangat cepat langsung memakai (auditorium) FH untuk melakukan sebuah forum," kata Andovi.
"(Hal itu) untuk menanyakan pertanggungjawaban terhadap 16 orang (terduga pelaku) itu," imbuhnya.
Desak Kampus Usut Tuntas
Dalam penuturannya, Andovi turut menyebut kasus ini sebagai pembuktian bagi pihak Kampus UI.
Adik dari Jovial da Lopez itu menilai, kemampuan FH UI dalam menangani persoalan ini akan menjadi cerminan terhadap kondisi penegakan hukum di Indonesia.
Sebagai institusi pendidikan hukum, fakultas tersebut juga dinilai tetap memiliki tanggung jawab moral dalam menyikapi dan merespons kasus ini secara serius.
"Maksudnya apa? Kalau fakultas hukum terbaik di Indonesia tidak bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik, ini menjadi suatu representasi dan gambaran terhadap negara ini," kritik Andovi.
"Semua mata tertuju ke FH UI. Intinya, ketika fakultas hukum terbaik di Indonesia tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini, masalah besar ada di tangan kita, dan negara ini," tegasnya.
Berkaca dari hal itu, sebelumnya, beredar pula narasi pembelaan terhadap terduga pelaku mahasiswa yang merupakan orang tua dengan jabatan penting di Indonesia.
Orang Penting di Balik Pembelaan Ortu
Tak hanya soal pengungkapan kasus pelecehan, Andovi juga membeberkan dugaan adanya sejumlah oknum orang tua terduga pelaku mahasiswa sebagai pemangku jabatan penting di RI.
"Dan, satu lagi, gua dengar banyak dari mereka, orang tuanya (punya jabatan) penting-penting. Dari keluarga penting," ungkap Andovi.
Baca Juga: Jalan Sempit hingga Senggolan, Penumpang Transjakarta Sebut Mobil Lalamove Memaksa Masuk Jalur Bus
Perihal itu, Andovi meminta pihak kampus agar tetap teguh memberikan sanksi terhadap para pelaku meski adanya dugaan tekanan dari pihak ortu terduga pelaku.
"Mari kita lihat kalau FH UI atau Universitas Indonesia memiliki kekuatan untuk melakukan hal yang benar," terang Andovi.
Artikel Terkait
Skandal Pelecehan Seksual oleh 16 Mahasiswa FH UI: Pelaku Dipecat dari IKM, Berujung Sidang yang Picu Emosi Massa
Suasana Panas di Sidang Kasus Dugaan Pelecehan oleh 16 Mahasiswa FH UI, Massa Desak Pelaku Ditampilkan hingga Nyaris Ricuh