Korban kemudian memberikan uang ongkos ojek kepada kakek tersebut, tapi masih terus disambut dengan paksaan untuk mencium.
Kemarahan Ibu Korban pada Kakek Ojek
Lebih lanjut, ibu korban bersama sejumlah warga tampak menginterogasi kakek tersebut.
“Peluk cium anakku, menangis anakku,” ucap ibu korban setelah mengetahui kejadian tersebut.
Namun, sang kakek terus menjelaskan bahwa dirinya hanya menawarkan jasa untuk mengantar-jemput.
Ibu korban juga membeberkan pengakuan dari anaknya bahwa kakek tersebut sempat memegang bagian paha, selain meminta peluk dan cium.
Meski terus dicecar pertanyaan, kakek tersebut terus bersumpah bahwa dirinya tidak melakukan sesuatu yang dituduhkan.
Baca Juga: Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Ketua DPRD Kota Bogor Ikuti KPPD
Ia juga tak memberikan alasan yang jelas mengapa dirinya keluar dari rumah korban setelah mengantar pulang.
Terus berkilah hanya mengantar, kakek tersebut lantas menunjukkan uang yang diberikan oleh korban sebagai ongkos pulang menggunakan jasa ojeknya.(*)
Artikel Terkait
Beredar Dugaan Chat Grup Ortu Mahasiswa UI, Nilai Tindakan Kampus ke Terduga Pelaku Pelecehan Malah Jadi Bola Liar
Respons Kampus UBL soal Dugaan Pelecehan yang Dialami Seorang Mahasiswi, Kini Terduga Pelaku Dosen Dinonaktifkan
YouTuber Andovi da Lopez Kritik Oknum Ortu yang Bela Mahasiswa UI di Kasus Pelecehan, Bongkar Mereka dari Kalangan Pejabat