Pada siang hari, rumah terasa lebih adem meski cuaca sedang sangat panas.
“Atap diganti, sudah terasa perbedaannya. Rumah terasa lebih adem, padahal saat ini di Kranji, Kota Bekasi cuaca siang hari sangat panas,” terang Indra.
Menurutnya, saat atap rumahnya masih terbuat dari asbes dan seng, ketika hujan turun terdengar cukup bising saat air jatuh di atap seng.
Selama Proses Pengerjaan Tidak Ada Kendala
Secara terpisah, Junaedi sebagai mandor yang memimpin proyek penggantian atap rumah tersebut mengatakan tidak ada kendala berarti selama proses pergantian atap.
Baca Juga: Viral karena Memaki dan Menoyor Kepala Bocah SD, Pengendara Mobil di Mojokerto Residivis Pencurian
Junaedi juga memberikan informasi bahwa atap Alduro merupakan material yang kuat dan mudah dipasang sehingga membuat proses instalasi berjalan lancar.
“Kendala utama kami sebenarnya hanya cuaca. Untungnya, di Kranji Kota Bekasi saat ini cuacanya cukup bagus,” jelas Junaedi.
Selain bahan materialnya dikenal lebih kuat, tahan lama, dan terbuat dari bahan upcycle, penggunaan Alduro juga bisa tahan terhadap cuaca ekstrem serta tidak mudah pecah atau retak.
Hal itu terlihat saat proses pengerjaan, saat beberapa orang pekerja dapat berdiri bersamaan di atas atap.
“Keunggulan lainnya, dari sisi biaya, atap Alduro juga lebih ekonomis dan relatif terjangkau. Ini yang membuat banyak orang beralih ke Alduro,” tandasnya.(*)
Artikel Terkait
Program “Ganti Atap Rumah Wartawan” Mulai Direalisasikan, Ini Cerita Penerima Manfaat dari Asbes ke Alduro
Cerita Penerima Manfaat di Depok usai Ikut Program ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’, Ngaku seperti Pertama Kali Huni 20 Tahun Lalu
Wartawan di Jaktim Mengaku Rumahnya Lebih Adem dan Bebas Bocor saat Hujan, Ungkap Manfaat Ikut Program ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’