Kepala Bidang Parahyangan Desa Adat Serangan, I Wayan Sweta menjelaskan, bagi umat Hindu di Bali, upacara tersebut bertujuan untuk menyucikan atau menstabilkan kembali energi di lingkungan pasar usai insiden itu.
"Sebelum 3 hari berlalu, kami melakukan pecaruan rsi gana untuk menetralisir supaya kejadian yang lebih buruk tidak terjadi," tutur Sweta dalam kesempatan yang sama.
Bagi Sweta, kejadian tersebut sulit diterima secara logika, terlebih terkait tidak adanya jejak darah korban di lokasi kejadian.
Bahkan, korban juga tidak mengalami luka luar meski terjatuh di atas paving yang keras.
"Kalau kami berpikir secara logika tidak mungkin itu terjadi," ungkap Sweta.
"Tapi kalau saya melihat dimensi bawah itu ada sesuatu yang terkait dengan mindset anak kecil itu," bebernya.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat ihwal insiden yang dialami siswa SD di Pasar Serangan, Bali tersebut.(*)
Artikel Terkait
Terekam Kamera Proses Evakuasi Bocah Terjatuh ke Sumur Saat Kejar Layang-layang, Beruntung Selamat
Viral Curhatan Ibunda Keisya Levronka soal Insiden Putranya yang Terjatuh dari Gedung Lantai 6 Kampus pada 2 Tahun Lalu
Kronologi Kecelakaan Maut yang Libatkan Truk TNI di Jakbar versi Kadispenad, Pemotor Dilaporkan Hilang Kendali hingga Terjatuh