Dalam penuturannya, Shindy memahami ucapannya telah menimbulkan kekecewaan dan ketidaknyamanan terhadap para peserta lomba dan guru pendamping dari SMAN 1 Pontianak.
"Saya menyadari sepenuhnya bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan melukai perasaan berbagai pihak," terangnya.
"Khususnya adik-adik peserta lomba, guru-guru pendamping dari SMA Negeri 1 Pontianak," imbuh Shindy.
Di sisi lain, Shindy meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat yang mengikuti jalannya perlombaan tersebut.
MC LCC MPR itu menyebut, peristiwa ini menjadi pembelajaran berharga agar lebih berhati-hati dan bijaksana dalam memilih diksi saat berbicara di ruang publik.
"Atas kejadian tersebut, dari lubuk hati saya yang paling dalam saya memohon maaf kepada seluruh pihak yang merasa kecewa, tersakiti, maupun terdampak oleh ucapan-ucapan saya," tegasnya.
Evaluasi Diri Agar Lebih Bijak
Shindy juga mengaku tengah berupaya mengevaluasi dirinya usai viral polemik atas pernyataannya terhadap para peserta LCC MPR di Kalimantan Barat tersebut.
Baca Juga: Insiden Robohnya Atap MTs Muhammadiyah 4 Bulu Sragen, Diduga karena Usia Bangunan yang Tua
"Peristiwa ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya untuk lebih berhati-hati, bijaksana, serta lebih cermat dalam memilih dan menggunakan diksi ketika menjalankan tugas di ruang publik," terangnya.
Shindy juga berjanji akan menjadikan kejadian tersebut sebagai evaluasi untuk bersikap lebih baik di masa mendatang.
"Besar harapan saya permohonan maaf saya ini dapat diterima dan saya berkomitmen untuk menjadikan kejadian ini sebagai evaluasi terhadap diri saya," jelas Shindy.
"(Hal itu) agar dapat bersikap lebih baik dan bijak ke depannya," tandasnya.(*)
Artikel Terkait
Insiden Robohnya Atap MTs Muhammadiyah 4 Bulu Sragen, Diduga karena Usia Bangunan yang Tua
Outing Class Berujung Duka, Satu Santriwati Meninggal Dunia usai Tenggelam di Curug Kanesia Baturraden
Viral ‘Mungkin Hanya Perasaan Adik-adik Saja’, MC LCC 4 Pilar MPR RI Minta Maaf