Dedie Rachim Paparkan Transformasi Energi Berkelanjutan di World Urban Forum ke-13

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:41 WIB
Dedie Rachim Paparkan Transformasi Energi Berkelanjutan di World Urban Forum ke-13 (dims / jurnalmetropolitan.com)
Dedie Rachim Paparkan Transformasi Energi Berkelanjutan di World Urban Forum ke-13 (dims / jurnalmetropolitan.com)

Salah satu strategi nasional yang dijalankan adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), di mana energi listrik yang dihasilkan akan dibeli oleh PLN.

Baca Juga: DPRD Kota Bogor Dorong Kampung Batik Cibuluh Jadi Destinasi Wisata Edukasi Bertaraf Internasional

Sejalan dengan agenda transformasi nasional tersebut, Bogor menjadi salah satu kota terdepan di Indonesia yang akan mengoperasikan dua fasilitas pengembangan energi berbasis sampah perkotaan.

“Bogor saat ini menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang mengoperasikan dan mengembangkan dua fasilitas PLTSa secara bersamaan sebagai bagian dari strategi lingkungan perkotaan terintegrasi,” ungkapnya.

PLTSa pertama berada di Galuga, Kabupaten Bogor, dengan kapasitas pengolahan 1.500 ton sampah per hari. Sedangkan PLTSa kedua berada di Kayumanis, Kota Bogor, dengan kapasitas pengolahan 1.000 ton per hari.

Pengembangan proyek strategis tersebut mendapat dukungan Pemerintah Indonesia melalui Danantara bersama investor strategis.

Dedie Rachim mengatakan, pembangunan fasilitas PLTSa menjadi bagian dari komitmen membangun kota yang lebih bersih, mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir, menurunkan emisi, serta memperkuat ketahanan kota untuk generasi mendatang.

Baca Juga: Adityawarman Adil Dorong Kolaborasi DPRD dan YJI Kota Bogor untuk Edukasi Jantung Sehat

“Pembangunan kota masa depan tidak hanya harus cerdas dan modern, tetapi juga tangguh, inklusif, ramah lingkungan, dan berpusat pada manusia,” teganya.

Selain pengembangan energi berbasis sampah, Kota Bogor juga terus mendorong penguatan tata kelola smart city, pengembangan ruang publik hijau, gerakan lingkungan berbasis masyarakat, serta sistem mobilitas perkotaan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup warga.

Dalam kesempatan itu, Dedie Rachim juga menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara D-8 dalam mendorong transformasi kota berkelanjutan melalui kerja sama, inovasi, pertukaran teknologi, dan berbagi pengalaman.

“Dari Bogor, Indonesia, kami tetap berkomitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan masa depan perkotaan yang lebih hijau, lebih cerdas, dan lebih tangguh,” tutupnya.

Turut hadir delegasi dari Indonesia, Dubes Azerbaijan, Dubes Nairobi, dan Direktur Kemitraan dan Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Bappenas.(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X