Adapun sebagai salah satu upaya penyelesaian persoalan dugaan titik SPPG fiktif tersebut, Ammy menegaskan bahwa pendaftaran telah ditutup.
Pemerintah terkait akan menindaklanjuti keberadaan 100 titik fiktif tersebut sebelum memulai lagi pendaftaran maupun pelaksanaan MBG.
“Hasil rapat terakhir dengan tim investigasi, portal pendaftaran pembukaan titik SPPG ditutup. Kemudian untuk titik fiktif yang sudah teridentifikasi, dihapus lebih dulu sebelum nanti kita lanjut lagi programnya,” jelasnya.
Program MBG di Cilacap Tidak akan Berhenti
Meski terungkap temuan 100 titik fiktif SPPG, Ammy menyatakan bahwa pelaksanaan program MBG di Cilacap akan terus berjalan seperti biasa.
“Program MBG tidak akan dihentikan di Kabupaten Cilacap. Yang perlu dilakukan adalah memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Ammy dalam keterangannya, dikutip dari laman resmi Kabupaten Cilacap pada Selasa, 23 Juni 2026.
“Kami ingin pelaksanaan MBG di Cilacap tertib dan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah pusat sehingga manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat,” tandasnya.(*)
Artikel Terkait
Heboh Dugaan Menu MBG di SMA Nabire Papua Tengah, Pertama Kalinya Ada Sepotong Rendang hingga Buah Semangka
Uya Kuya Tetiba Gelar Sayembara Cari Terduga Pelaku Hoaks '750 Dapur MBG', Janjikan Hadiah Segini Jika Berhasil
Viral Pedagang Tahu Krispi di Bekasi Jadi Korban Tewas dalam Kecelakaan Mobil MBG, Sempat Koma Akibat Luka Berat di Kepala