Tak Perlu Lahan Luas, Hidroponik Sumbu Jadi Solusi Bertani di Perkotaan

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Jumat, 31 Juli 2026 | 21:52 WIB
Hidroponik sistem sumbu menjadi solusi urban farming hemat biaya, mudah diterapkan, dan cocok untuk lahan sempit perkotaan.
Hidroponik sistem sumbu menjadi solusi urban farming hemat biaya, mudah diterapkan, dan cocok untuk lahan sempit perkotaan.

JURNALMETROPOLITAN.com – Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan bukan lagi menjadi penghalang untuk bercocok tanam. Salah satu solusi yang kini semakin banyak diperkenalkan adalah hidroponik sistem sumbu (wick system), metode budidaya tanaman yang sederhana, hemat biaya, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.

Hidroponik sistem sumbu memanfaatkan kain sebagai media penyalur air dan nutrisi dari wadah penampung menuju akar tanaman. Berbeda dengan sistem hidroponik lainnya, metode ini tidak membutuhkan pompa maupun instalasi yang rumit sehingga cocok digunakan oleh pemula.

Kepala Pusat Studi Pertanian Perkotaan Universitas Trilogi, Warid, mengatakan hidroponik wick system menjadi salah satu metode paling mudah untuk memulai urban farming, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan lahan terbatas.

Baca Juga: Penemuan Dugaan Candi di Cimahi Disebut Saingi Ukuran Borobudur, Padahal Ada Lagi yang Luasnya 8 Kali Lipat

"Hidroponik sistem sumbu atau wick system menjadi salah satu metode bercocok tanam yang paling mudah diterapkan masyarakat. Selain tidak membutuhkan pompa maupun instalasi yang rumit, metode ini juga hemat biaya karena dapat memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar kita," kata Warid kepada Panennews.com, anggota Promedia Group, di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, metode tersebut tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sayuran secara mandiri, tetapi juga mendorong pemanfaatan barang bekas seperti galon plastik sebagai media tanam sehingga lebih ramah lingkungan.

"Kami berharap semakin banyak masyarakat yang mulai memanfaatkan pekarangan rumah, sekecil apa pun lahannya. Dengan cara yang sederhana, keluarga tetap bisa menghasilkan sayuran segar secara mandiri," ujarnya.

Baca Juga: Jejak Skandal Satpam SPPG Ciputat yang Jadi Tersangka Pencurian Ompreng MBG untuk Dijual ke Pengepul Besi

Dalam praktiknya, bagian bawah galon digunakan sebagai penampung air yang telah dicampur larutan nutrisi. Sementara bagian atas diisi media tanam seperti sekam bakar atau cocopeat, dengan kain flanel yang berfungsi sebagai sumbu untuk menyalurkan air dan nutrisi ke akar tanaman.

Metode ini dapat diterapkan untuk berbagai jenis tanaman hortikultura, seperti selada, pakcoy, kangkung, bayam, cabai, tomat, hingga terong.

Sementara itu, mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Trilogi, Tsabbit Aqdaamii' Arsyan, mengatakan teknologi sederhana tersebut juga diperkenalkan kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) agar warga dapat mempraktikkannya secara mandiri di rumah.

"Kami tidak hanya mengenalkan konsep urban farming, tetapi juga mengajak warga mempraktikkan langsung pembuatan hidroponik sistem sumbu agar mereka bisa menerapkannya sendiri di rumah," kata Tsabbit.

Baca Juga: Bandingkan dengan Nadiem Makarim hingga Tom Lembong, Mahfud MD Soroti Penahanan Febrie Adriansyah Tanpa Rompi Pink Kejagung

Ia mengatakan antusiasme masyarakat cukup tinggi karena metode tersebut mudah dipelajari dan tidak memerlukan modal besar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X