Dalam surat yang dibacakan, Wihaji optimis melihat remaja saat ini yang memiliki semangat berkompetisi untuk menambah ilmu pengetahuan, pengalaman serta relasi untuk menjadi pelaku utama Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: Jenal Mutaqin Berikan Wawasan Pemerintahan kepada Siswa SBR
"Sehingga kita harus mendengarkan dan pertimbangkan suara generasi muda. Tema ini juga diambil mengacu pada situasi kependudukan dan dinamika yang penuh tantangan," ujarnya.
Dari data saat ini, sebanyak 64 juta dari total populasi penduduk Indonesia atau seperlimanya adalah remaja yang akan menjadi kekuatan strategis dan menjadi motor penggerak kemajuan Indonesia.
Bonivasius dalam kesempatan ini juga mengapresiasi Total Fertility Rate (TFR) Kota Bogor yang ada di bawah angka nasional.
Baca Juga: RPJMD Kota Bogor 2025–2029 Resmi Disahkan Jadi Perda
Saat ini, Kemendukbangga/BKKBN juga sedang menyusun peta jalan pembangunan kependudukan yang di dalamnya terdapat indikator yang mengawal kapitalisasi bonus demografi.
"Di dalamnya ada 30 indikator, ada yang namanya mengurangi pengangguran terbuka, bagaimana juga meningkatkan pekerja formal bersamaan dengan pengembangan pekerja non formal, stunting kita perhatikan agar generasi ke depan lebih baik," ujarnya.
Sehingga, saat ini tidak hanya fokus pada pengendalian penduduk tapi juga pembangunan dan pengembangan kependudukan yang berkualitas.
"Anak anak di Indonesia harus sekolah, sehat, karena itu menjadi modal kita bersama,"tutupnya.(*)