Kendati demikian, keluhan kembali muncul setelah pasien pulang.
Kemasan Obat yang Dinilai Tak Layak
Pada insiden itu, obat yang diberikan oleh klinik disebut tidak dikemas dalam plastik resmi, melainkan langsung diberikan dengan catatan yang ditulis pada kemasan obat.
Pengunggah video lantas menduga hal itu menyulitkan identifikasi obat yang diberikan.
“Nah jelang magrib nenekku minum obat (yang dikasih di situ)," tutur sang cucu.
Baca Juga: Halal Bihalal Universitas Islam Bogor: Perkuat Harmoni dan Kolaborasi Menuju Kampus Unggul
"Saat dia ngasih obat, plastik obatnya lagi kosong jadi kita dikasih obat tanpa plastik yang biru itu, dan catatannya ditulis pada obatnya," tambahnya.
Gejala Sesak Kembali Kambuh
Setelah mengonsumsi obat, kondisi pasien disebut sempat dalam kondisi yang memburuk, dengan gejala sesak napas yang kembali kambuh.
Keluarga kemudian memutuskan membawa pasien ke fasilitas kesehatan lain yang dianggap lebih terpercaya.
"Nah balik lagi, setelah nenekku minum obat eh malah engap kambuh lagi, entah gara-gara obat atau apa," jelas pengunggah video.
"Sudah begitu langsung kita bawa ke (klinik) yang lebih yakin saja," tandasnya.
Belum Ada Klarifikasi Resmi
Buntut dari insiden tersebut, unggahan itu pun memicu perbincangan luas di media sosial.
Tidak sedikit warganet yang menyoroti pentingnya respons cepat dan profesionalisme tenaga kesehatan, terutama dalam menangani kondisi gawat darurat.